Suara.com - Afsha Ahmed. Itulah nama satu dari tiga guru di sekolah Peshawar, Pakistan, yang rela dibakar hidup-hidup oleh Taliban, demi menyelamatkan seluruh muridnya.
Afsha disiram bensin dan dibakar seluruh tubuhnya, ketika melindungi nyawa ratusan muridnya yang terancam dibunuh oleh Taliban.
"Dia berkata "langkahi mayatku". Dan Taliban langsung menyiramnya dengan bensin dan membakarnya," kata Irfan Ullah, siswa yang juga menjadi saksi mata peristiwa tragis itu, seperti dikutip dari laman Mirror.
"Dia pahlawan. Dia sangat berani," lanjut Irfan.
"Saya merasa sangat egois. Saat itu saya hanya berlindung untuk menyelamatkan nyawa saya. Tapi dia justru menghiraukan nyawanya untuk melindungi kami," tutur Irfan.
"Saya ingat ucapan terakhir Afsha. Dia berkata kepada Taliban kalau dia tidak ingin melihat murid-muridnya bersimbah darah di lantai," ungkap Irfan.
Sementara itu, saksi mata lain, Ehsan Elahi mengatakan bahwa dirinya tengah berada di aula untuk belajar medis dari seorang instruktur militer.
Saat itu, ungkap Ehsan, suara tembakan, tiba-tiba menggelegar di dalam area sekolah. "Semua orang langsung berlari, berusaha mencari tempat sembunyi. Banyak siswa yang menangis karena ketakutan," ujarnya.
Tak lama kemudian, Ehsan melanjutkan, dirinya melihat instruktur militer tersebut ditembak mati oleh Taliban. "Mereka menembak ke kepala, dada, lengan dan kaki instruktur itu. Usai membunuh Taliban kembali memberondong peluru, sekitar 10 menit lamanya," kata Ehsan.
"Setelah memberondong peluru, Taliban langsung mengarahkan pelurunya ke murid-murid yang menangis atau yang mencoba kabur. Itu sangat mengerikan," paparnya.
Ehsan sendiri, akhirnya dapat selamat setelah ditolong oleh militer Pakistan, meski dia menderita luka parah akibat timah panas menebus lengannya.
Tag
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek