Suara.com - Penyerang berdarah yang dilakukan kelompok Taliban ke sebuah sekolah di Peshawar membuat Pakistan membatalkan larangan terhadap hukuman mati.
“Sudah diputuskan bahwa moratorium terhadap hukuman mati dicabut. Perdana Menteri sudah menyetujui itu,” kata juru bicara pemerintah, Mohiuddin Wani.
Rencana untuk mencabut moratorium hukuman mati diusulkan oleh sejumlah menteri dan disetujui oleh Perdana Menteri Nawaz Sharif. Kemarin, sebuah sekolah di Peshawar diserang oleh enam orang bersenjata yang merupakan anggota kelompok Taliban.
Mereka menyerbu masuk ke sekolah dan menembaki murid dan juga guru. Korban tewas akibat serangan berdarah itu berjumlah 141 orang. Sebagain besar korban yang tewas adalah anak-anak. Peristiwa itu menjadi salah satu peristiwa paling berdarah di Pakistan.
Kelompok Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan berdarah itu. Taliban mengatakan, aksi tersebut merupakan balas dendam terhadap keluarga Taliban yang tewas akibat serangan militer yang dilakukan tentara Pakistan.
Aksi pembunuhan terhadap anak-anak menimbulkan kontroversi di dalam tubuh kelompok Taliban. Kelompok Taliban di Afghanistan menilai, aksi yang dilakukan Taliban di Pakistan bertentangan dengan ajaran agama Islam. (RT)
Berita Terkait
-
Kirim Pasukan ke Jila, Satgas Damai Cartenz Buru Kelompok Penyandera Wanita Hamil dan 8 Warga
-
Keamanan AS Mencekam Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Aksi Penyanderaan 12 Jam Berujung Tragis
-
Rumah Ahmad Bahar Didatangi Massa Ormas GRIB Jaya Gegara Konten Kritik Hercules, Ini 8 Faktanya!
-
Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
-
Review Film Dead Man's Wire: Thriller Penyanderaan Mencekam Berbasis Fakta!
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
- Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Massa dari Pati Bakal Nginap di Depan DPR Mulai Besok Malam, Desak Koruptor Dihukum Mati
-
Kabut Asap Belum Reda, Siswa Pekanbaru Masih Belajar dari Rumah
-
Anomali Desil Ancam Penerima KIP, Selly Gantina Desak Pembentukan Timsus Evaluasi Data BPS
-
Bukan Pendakian Biasa, lni Cara Penyembuhan Luka di The Trouble with Heroes
-
Korban Gempa NTT Tembus 103 Orang, 1.666 Warga Terluka
-
Rekening Botok Diblokir Jelang Demo, Waketum MUI: Itu Langgar Hak Konstitusi
-
32.796 Titik Panas di Kalteng, Walhi Soroti Kerusakan Gambut dan Food Estate
-
Sorot Temuan WALHI, Legislator PDIP Minta Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Karhutla
-
Arti Kupu-Kupu Masuk Rumah di Malam Hari, Benarkah Sebuah Pertanda?
-
Film Operasi Pesta Copet Soroti Kemiskinan Struktural di Balik Fenomena Kriminal