Suara.com - Sebagai bagian dari strategi untuk menghidupkan masyarakat dan ekonomi lokal, pemerintah Jepang berencana untuk meningkatkan jumlah orang yang pindah dari Tokyo ke daerah lain hingga 30.000 per tahun pada tahun 2020. Hal ini diungkap dalam draft strategi vitalisasi lokal, yang antara lain menyebutkan untuk mengurangi orang yang pindah ke ibukota Jepang itu hingga 70.000 orang setiap tahun.
Strategi komprehensif ini dirumuskan untuk mengubah tren demografi, yang saat ini sebagian besar penduduk Jepang terkonsentrasi di Tokyo. Pada tahun 2013, sekitar 410.000 orang pindah ke Tokyo, dan sekitar 340.000 keluar dari Tokyo. Pemerintah ingin membalikkan tren demografis ini.
Untuk mencapai tujuan ini, akan diterapkan berbagai strategi termasuk langkah-langkah mendorong pertanian menjadi industri dengan potensi pertumbuhan yang tinggi dan relokasi entitas pemerintah pusat ke daerah. Kabinet akan resmi memutuskan strategi ini pada Sabtu.
Strategi ini, menetapkan langkah-langkah yang harus diambil selama periode lima tahun pada tahun 2020 untuk mengatasi penurunan populasi dan merevitalisasi masyarakat lokal di luar Tokyo. Berdasarkan strategi ini, maisng-masing pemerintah daerah akan mengompilasi strategi vitalisasi. Dan vitalisasi dengan penciptaan lapangan kerja di daerah diharapkan akan menarik minat orang untuk kembali ke daerah.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, akan diubah menjadi industri keenam. Dalam rancangan itu, pemerintah Jepang berjanji untuk menciptakan 50.000 lapangan kerja baru bagi orang-orang muda di periode lima tahun mendatang. (asiaone.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Kabar Baik! DPR Janji Kawal Aspirasi Kesejahteraan dan Perlindungan Guru
-
Selain 74 Kg Emas, Polisi Sita Foto Keluarga Jampidsus Febrie Adriansyah di Rumah Mewah Sentul!
-
Tuduh AS Langgar MoU Islamabad, Iran: Ingkar Janji Ada Konsekuensinya
-
Balas Kematian Warga Sipil, Iran Serang Fasilitas Militer AS di Dua Negara Teluk
-
KPK Dalami Dugaan Gratifikasi di MPR, Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa
-
Disrupsi AI: Bagaimana Teknologi Bisa Tingkatkan Kemampuan Berbahasa
-
Jejak Karier Febrie Adriansyah, Dari Jaksa di Jambi Hingga Jadi Jampidsus yang Dijaga Ketat TNI
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN
-
DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara
-
Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan