- Mantan Menteri ESDM Sudirman Said diperiksa saksi di Kejaksaan Agung terkait korupsi dugaan Petral pada Senin (19/1/2026).
- Sudirman Said pernah gagal membersihkan mafia migas saat di Pertamina (2008-2009) dan saat menjadi Menteri ESDM.
- Hambatan pembersihan mafia migas selalu bersifat non-teknis dan berkaitan erat dengan kurangnya political will pemerintah.
Suara.com - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said kembali diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Pertamina Energy Trading Limited (Petral).
Pemeriksaan terhadap Sudirman Said dilakukan lantaran ia pernah menjabat sebagai Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) di Pertamina pada periode 2008 hingga 2009, serta sebagai Menteri ESDM pada 2014 hingga 2016.
Saat menduduki dua posisi tersebut, Sudirman mengaku sempat berupaya melakukan pembersihan terhadap praktik mafia migas. Namun, upaya tersebut selalu mengalami kegagalan.
Ia menyadari bahwa hambatan yang dihadapi berkaitan erat dengan aspek political will.
“Dua kali saya mendapat tugas dari negara untuk berbenah sektor energi, yang pertama kali pada waktu saya di Pertamina, yang kedua ketika Menteri ESDM, dan dua-duanya mengalami hambatan karena memang aspek ini berkaitan sama political will,” kata Sudirman di Kejaksaan Agung, Senin (19/1/2026).
Sudirman menilai, pemanggilan dirinya oleh penyidik untuk dimintai keterangan terkait perkara ini dapat menjadi titik terang dalam upaya bersih-bersih di sektor energi.
“Nah kita berharap pemerintah sekarang itu betul-betul memiliki political will yang kuat sehingga hal-hal seperti ini bisa dituntaskan,” jelasnya.
Ia juga berharap Presiden Prabowo Subianto selaku kepala negara serta aparat penegak hukum dapat mengusut perkara ini secara tuntas.
Saat disinggung soal pengaruh Riza Chalid dalam kasus ini, Sudirman mengaku tidak dapat merinci lebih jauh. Namun, ia menegaskan bahwa kendala dalam memberantas mafia migas selama ini bersifat nonteknis.
Baca Juga: Sidang Noel Cs: Pengusaha Akui Pemberian Uang untuk Sertifikat K3 Tak Terhindarkan
“Saya tidak tahu, saya gak bisa menyimpulkan (pengaruh Riza Chalid). Saya hanya mengatakan dua kali tugas saya berbenah sektor energi di ISC di Pertamina dan di Kementerian ESDM, selalu ada hambatan-hambatan yang sifatnya non-teknis,” ujarnya.
Meski demikian, Sudirman menyebut penyidik saat ini tengah menelusuri dugaan keterlibatan Riza Chalid dalam perkara tersebut.
“Nama itu dari dulu kan beredar ya (Riza Chalid). Jadi kalian juga tau lah, dan pihak penegak hukum sedang mencari berbagai bukti,” pungkasnya.
Diketahui, Sudirman Said telah dua kali dipanggil oleh penyidik Kejaksaan Agung sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi Petral.
Pada pemeriksaan pertama, Sudirman memenuhi panggilan penyidik pada Rabu (24/12/2025).
Dalam pemeriksaan perdana tersebut, Sudirman diperiksa selama sekitar tujuh jam oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Berita Terkait
-
Sidang Noel Cs: Pengusaha Akui Pemberian Uang untuk Sertifikat K3 Tak Terhindarkan
-
Senyum Immanuel Ebenezer Saat Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
-
Sudirman Said Rampung Diperiksa sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Petral, Ini Katanya
-
Impor BBM 2026 untuk SPBU Swasta Dibuka, Kuota Siapa Paling Besar?
-
Usai Didakwa Pemerasan Rp 70 Juta dan Gratifikasi Rp 3,3 Miliar, Noel: Saya Akui, Saya Bersalah
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
Terkini
-
Inovasi Teknologi Canggih Singapore Airlines Menjawab Tantangan Perubahan Iklim Dunia
-
Ahli BPK Bongkar Dugaan Penyimpangan di Sidang Praperadilan Kasus Kuota Haji
-
Jaksa Dilarang Kasasi, Menko Yusril Nyatakan Nasib Delpedro Cs Kini Final Setelah Putusan PN Jakpus
-
Dibongkar Bahlil, Ini Alasan Golkar Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
-
Gempur Lapangan Padel Bodong, Pemprov DKI Segel 206 Lokasi
-
Prabowo Diteriaki 'Penakut' oleh Massa Aksi Demonstrasi Tolak BoP
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Minta Masyarakat Tak Panic Buying: Suplai Lancar!
-
Kemlu: Timur Tengah Bergejolak, Pembahasan Board of Peace Ditangguhkan Sementara
-
Viral! Pemotor Lawan Arah di Pondok Labu Ngamuk Sambil Genggam Batu Saat Ditegur Warga