- BGN mengungkap SPPG mengembalikan dana hampir Rp2 miliar karena tidak menghabiskan anggaran program Makan Bergizi Gratis.
- Pengelola SPPG di wilayah Jawa, seperti Bogor, terbukti sengaja berhemat pada belanja bahan makanan bergizi.
- Anggaran Rp10.000 per porsi MBG wajib dihabiskan untuk makanan dan tidak dapat diambil oleh pengelola.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tanpa sengaja mengembalikan dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga hampir Rp2 miliar ke kas negara. Pengembalian dana itu terjadi karena pengelola SPPG tidak menghabiskan anggaran belanja makanan sesuai ketentuan.
Juru Bicara BGN, Dian Fatwa, mengatakan dalam praktiknya masih ditemukan pengelola SPPG yang memilih berhemat saat belanja bahan makanan, padahal anggaran per porsi MBG sudah ditetapkan dan wajib dihabiskan.
“Ada yang sampai Rp1,6 miliar, ada yang sampai Rp2 miliar, karena mereka belanjanya irit. Padahal yang dibeli itu harus sesuai Rp10.000 dan harus dihabiskan. Tidak boleh diirit-irit, karena itu memang jatahnya untuk anak-anak agar makanannya bergizi,” kata Dian kepada suara.com ditemui di Bogor, Senin (19/1/2026).
Menurut Dian, pengembalian dana tersebut banyak terjadi di wilayah Jawa. Salah satu yang tercatat berada di Bogor, tepatnya di kawasan Paledang, dengan nilai pengembalian mencapai Rp1,6 miliar hingga hampir Rp2 miliar.
“Mereka berpikir dengan ngirit-ngirit itu mungkin uangnya bisa diambil. Ternyata tidak bisa. Uangnya langsung kembali ke negara,” ujarnya.
Dian menegaskan, mekanisme pengelolaan anggaran MBG sudah dirancang tertutup dan tidak memberi ruang bagi pengelola untuk mengambil sisa dana. Setelah menu dan daftar belanja disusun serta disetujui, dana langsung ditransfer ke virtual account melalui kementerian keuangan.
Ia juga menekankan bahwa BGN sama sekali tidak mengambil keuntungan dari sisa anggaran tersebut.
“BGN tidak pernah mengambil satu sen pun. Kami tidak pernah menowel satu pun dari dana itu,” ujarnya.
Terkait kekhawatiran penghematan belanja dapat berdampak pada kualitas gizi makanan, Dian mengakui hal tersebut menjadi perhatian serius BGN. Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi agar pengelola SPPG menghabiskan anggaran sesuai ketentuan.
Baca Juga: MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi
“Itu sebabnya kami selalu ingatkan berkali-kali, uang Rp10.000 itu harus habis. Jangan diirit-irit,” katanya.
Menurut Dian, anggaran MBG memang sudah dihitung khusus untuk belanja makanan bergizi, tanpa ada alokasi untuk pembayaran relawan atau kebutuhan lain di luar menu.
“Uang Rp10.000 itu murni untuk belanja makanan. Mereka tidak keluar uang untuk bayar relawan. Jadi sebetulnya sudah pas hitungannya,” jelasnya.
Soal sanksi, Dian menyebut kasus tersebut menjadi pembelajaran bagi pengelola SPPG. Ia menilai pemahaman soal mekanisme anggaran perlu terus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Itu pelajaran bagi mereka. Ternyata kalau ngirit-ngirit, uangnya juga tidak bisa mereka ambil. Karena itu kami terus lakukan penyuluhan agar anggaran dihabiskan sesuai peruntukannya,” pungkas Dian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
Terkini
-
Sudirman Said Rampung Diperiksa sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Petral, Ini Katanya
-
Siap Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Ini 6 Fakta Partai Baru Gema Bangsa
-
Usai Didakwa Pemerasan Rp 70 Juta dan Gratifikasi Rp 3,3 Miliar, Noel: Saya Akui, Saya Bersalah
-
DPRD DKI Usul Pajak Rokok Jakarta Dialokasikan untuk Bangun Panti Rehab Narkoba
-
Jaksa Ungkap 4 Arahan Nadiem Makarim dalam Grup WA Mas Menteri Core Team
-
Dari Kota Impian hingga Wacana Rusun Subsidi, Apa yang Terjadi dengan Meikarta?
-
Nadiem Makarim: Saksi Sebut Saya Salah Satu Menteri Terbaik!
-
Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros Sulsel, Keluarga Penumpang Masih Menunggu Kabar
-
Di Sidang Tipikor, Immanuel Ebenezer Bacakan Surat dari Anak: Ini yang Menguatkan Saya!
-
Saksi Sebut Digitalisasi Pendidikan Era Nadiem Makarim seperti Segelas Kopi Hitam yang Sudah Diramu