Suara.com - Aktivitas kompetisi olahraga saat ini telah digelar secara berkesinambungan di berbagai belahan dunia, dalam berbagai cabang. Beberapa cabang olahraga yang eksis dan populer, bahkan punya kompetisi rutin yang selain berjenjang, juga tertata dengan baik, serta menguntungkan secara finansial.
Namun yang akan dicatatkan di sini bukanlah kompetisi atau turnamen-turnamen rutin (tahunan) semacam balap mobil F1, MotoGP, liga sepakbola, atau turnamen tenis dan semacamnya. Ajang akbar olahraga yang tercatat di sini mungkin digelar secara berkala, namun hanya dalam 2-5 tahun sekali, serta yang pastinya menarik perhatian banyak orang.
Berikut lima di antara ajang sports besar tahun ini:
-Olimpiade Musim Dingin di Sochi
Rusia menjadi tuan rumah olimpiade musim dingin kali ini, yang digelar sepanjang tanggal 7-23 Februari di Sochi. Melibatkan 2.873 atlet dari 88 negara (Indonesia tidak termasuk), ajang ini mempertandingkan 98 nomor kompetisi dari 7 cabang olahraga (15 disiplin). Tuan rumah Rusia menjadi juara umum di ajang ini dengan total 33 medali (13 emas). Kendati menghadirkan beberapa kontroversi mulai dari cuaca yang tak terlalu "winter", es buatan yang meleleh, hingga fasilitas akomodasi yang buruk, ajang ini pada akhirnya disimpulkan berjalan sukses.
[Baca: Pengakuan Sukses Sochi 2014]
-Piala Dunia FIFA di Brasil
Hampir tidak ada satu cabang olahraga yang mampu menyedot begitu banyak perhatian selain sepakbola. Makanya, ajang Piala Dunia (PD) FIFA yang digelar sekali empat tahun pun kadang bisa dirasakan lebih populer dari Olimpiade (multicabang). Saking populernya, bahkan berbagai event olahraga lain pun kerap menghindari bentrokan dengan jadwal PD.
Kali ini, diikuti 32 tim finalis dari lima konfederasi, putaran final PD 2014 digelar sepanjang 12 Juni sampai 13 Juli di Brasil, negara yang dikenal telah mengumpulkan trofi terbanyak PD. Hanya saja, meski tampil cukup bagus, tuan rumah tidak mampu menjadi juara kali ini, melainkan Jerman-lah (setelah mengalahkan Argentina di final) yang membawa pulang trofi.
[Baca: Piala Dunia 2014 dalam Angka]
-Commonwealth Games di Glasgow
Ini merupakan juga ajang olahraga multicabang yang digelar empat tahun sekali, namun khusus bagi negara-negara atau kawasan yang berada di bawah pengaruh Kerajaan Inggris yang dikenal juga dengan Persemakmuran (Commonwealth). Kendati begitu, ajang ini tidak kalah populernya terutama di negara-negara Barat, dengan Commonwealth Games 2014 yang digelar di Glasgow, Skotlandia, sepanjang 23 Juli sampai 3 Agustus, diikuti oleh 4.947 atlet dari 71 tim (negara/kawasan). Bisa ditebak, Inggris masih menjadi juara umum di sini dengan total 174 medali (58 emas).
[Baca: Meriah Penutupan Commonwealth Games]
-Olimpiade Remaja (Musim Panas)
Nama lengkapnya adalah 2014 Summer Youth Olympic Games, yang baru merupakan penyelenggaraan kedua kalinya, setelah dicanangkan oleh IOC pada 2007 dan digelar untuk pertama kalinya di Singapura pada 2010. Ajang yang melibatkan atlet remaja dengan batas usia 14-18 tahun ini sebenarnya selain fokus pada olahraga, juga melibatkan festival pendidikan dan budaya. Digelar sepanjang 16-28 Agustus di Nanjing, Cina, ajang yang diikuti 3.600 atlet dari 201 negara ini memunculkan tuan rumah sebagai juara umum dengan 65 medali (38 emas). Indonesia yang ikut terlibat hanya menduduki peringkat 81 dengan 1 medali perunggu (lewat Anthony Ginting di cabang bulutangkis).
[Baca: Medali dari Anthony Ginting]
-Asian Games di Incheon
Ini adalah event olahraga akbar terpenting tahun ini yang diikuti Indonesia. Korea Selatan (Korsel) menjadi tuan rumah Asian Games kali ini (yang ke-17), dengan Incheon sebagai kota penyelenggara. Digelar sepanjang 19 September sampai 4 Oktober, lagi-lagi Cina membuktikan sebagai negara olahraga terkuat di kawasan ini, dengan perolehan total 342 medali (151 emas), jauh meninggalkan Korsel dan Jepang di belakangnya.
Ajang ini sendiri diikuti total sebanyak 9.501 atlet dari 45 negara, yang berkompetisi di 439 nomor pertandingan pada 36 cabang olahraga. Perolehan Indonesia di ajang kali ini adalah 20 medali yang terdiri dari 4 emas, 5 perak dan 11 perunggu, serta menduduki peringkat ke-17. Sementara itu, Indonesia dengan kota penyelenggara utama Jakarta, pun diresmikan sebagai tuan rumah Asian Games berikutnya pada tahun 2018.
[Baca: Aksi Karateka Indonesia di Incheon]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Polisi Kembali Tetapkan 291 Tersangka Judol Hayam Wuruk, 287 Warga Asing
-
Guntur Romli: Safari Jokowi Tak Berdampak ke PDIP, Justru NasDem yang Harus Waspada!
-
Guntur Romli: Dulu Petugas Partai, Kini Jokowi Jadi 'Jongos PSI' Demi Dinasti 2029!
-
Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda
-
Menkum: Pakai Karya Jurnalistik untuk Tujuan Komersil Wajib Bayar Royalti ke Pemegang Hak Cipta!
-
Prabowo Keceplosan 'Ndasmu' Lagi, Niatnya Guyon Tapi Kena Sindir Pakar Komunikasi
-
Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?
-
Venezuela Mirip Zona Perang, Kisah Orianna Cari Ayahnya di Reruntuhan Gedung
-
Daftar 11 Rusun yang akan Dibangun Jakarta pada 2027, Ada di Mana Saja?
-
Heboh Dugaan Uang Rp20 Juta untuk Alihkan Demo Mahasiswa, DPR: Jangan Beli Idealisme!