Suara.com - Setelah mendapatkan kepastian penemuan serpihan pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata, Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan sejumlah kantung jenazah dan peti jenazah.
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, total ada 200 kantung jenazah dan 65 kantung jenazah yang akan disiapkan. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Pemkot akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, di antaranya Bdan SAR Nasional (Basarnas), rumah sakit dan Palang Merah Indonesia PMI.
"Setelah ada kepastian, kami segera melakukan langkah-langkah. Di antaranya adalah ketersediaan kantung dan peti jenazah," ujar Tri Rismaharini, Selasa (30/12/2014).
Tri Rismaharini menambahkan, untuk keperluan lebih lanjut, pihaknya telah memerintahlan Satuan Pelaksana (Satlak) Posko AirAsia QZ8501 dari Pemkot Surabaya untuk segera melakukan identifikasi dan pendataan para penumpang pesawat AirAsia QZ8501.
Seperti diberitakan, Basarnas menemukan sejumlah benda yang diyakini sebagai serpihan pesawat AirAsia yang hilang sejak Minggu (28/12/2014). Tim SAR juga telah mengevakuasi sejumlah jenazah dari laut untuk kemudian diterbangkan ke Posko Pangkalan Bun, Kalimantan. [Yovie Wicaksono]
Berita Terkait
-
AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global
-
Pasar Pengalaman Wisata Diproyeksi Tembus 342 Miliar Dolar, Atraksi Jadi Daya Tarik Baru Traveler
-
Korban Pertama Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi dari Puncak Gunung
-
Titik Terang di Sulsel: Ini Bagian Pesawat yang Ditemukan Tim SAR Hingga Hari Ini
-
Berukuran Besar, Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump
-
Gempa Hokkaido Magnitudo 6,2 Picu Risiko Tanah Longsor
-
3 Demo Bakal Kepung Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Imbau Warga Hindari Sejumlah Titik
-
Lokasi Penembakan di Acara Trump Sama dengan TKP Percobaan Pembunuhan Reagan
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan