Suara.com - Pemerintah Jepang siap memberikan bantuan dalam proses pencarian dan pengevakuasian pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak pada Minggu pagi (28/12/2014).
Kol. Yoshiura, Joint Staff Office Japanese Army mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan dua kapal destroyer dan juga tiga helikopter yang siap diterjunkan hari ini.
"Dua kapal destroyer dan tiga helikopter untuk misi pencarian," kata Yoshiura di Gedung Basarnas Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis(1/1/2015).
Namun, dia menjelaskan bahwa keberadaan kapal dan helikopter tersebut masih berada di Port K Lang Malaysia dan baru besok bisa sampai di lokasi.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dari kapal dan helikopter tersebut terdapat 397 orang di dalamnya untuk berpartisipasi dalam proses pencarian dan pengevakuasian tersebut.
Dia pun menyatakan kesediannya bahwa siap untuk mengangkut jenazah yang ditemukan untuk diantar ke Pangkalan Bun.
Dengan demikian tidak lagi melalui Teluk Kumai dan dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju ke Pangkalan Bun.
"Sekarang masih berada di Malaysia, krunya ada 397 orang. Kalau kapal dari negara lain terlibat dalam pencarian jenazah, maka jenazah yang ditemukan tersebut akan dibawa tim kami akan membawa ke pangkalan," jelasnya.
Sedangkan terkait kru yang diturunkan dalam operasi pencarian besok tersebut, dia mengatakan bahwa mereka adalah orang yang tergabung dalam misi counter piracy di Somalia, yang saat ini sudah kembali. Namun, karena terjadi peristiwa kehilangan pesawat beberapa hari lalu tersebut, pihaknya pun langsung ingin berpartisipasi di dalamnya.
"Mereka terjun dalam misi counter piracy di Somalia. Mereka sedang kembali ke Jepang dan peristiwa ini terjadi dan mereka dibebastugaskan dari misi tersebut," tutup Yoshiura.
Tag
Berita Terkait
-
Potret Haru Pejuang Kemanusiaan, Petugas Evakuasi Korban Kecelakaan KRL Terkapar di Lantai
-
Evakuasi Korban Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo Masih Berlangsung, Kantong Jenazah Terus Berdatangan
-
AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global
-
Pasar Pengalaman Wisata Diproyeksi Tembus 342 Miliar Dolar, Atraksi Jadi Daya Tarik Baru Traveler
-
Tren Liburan 2025: Dari Lonjakan Pemesanan Hotel hingga Peran Teknologi Booking Cerdas
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan