Suara.com - Acara perayaan malam pergantian tahun di Shanghai, Cina, berubah jadi bencana saat 36 orang meninggal dunia akibat terinjak-injak. Ironisnya, insiden yang merenggut nyawa itu diduga terjadi setelah orang-orang berebut uang mainan yang ditebarkan dari sebuah gedung di dekat lokasi.
Menjelang tengah malam, ribuan orang yang memadati Lapangan Chen Yi di sekitar air mancur Bund tiba-tiba saling berdesak-desakan. Belum ada kepastian soal pemicu terjadinya insiden tersebut.
Namun sejumlah media lokal dan saksi mata mengatakan, hal itu terjadi antara lain karena orang-orang mencoba memungut dan berebut kupon yang terlihat seperti lembaran uang. Hal itu diungkapkan oleh salah seorang saksi mata yang membawa seorang korban luka ke rumah sakit.
Menurut orang tersebut, uang-uang mainan disebarkan dari sebuah bar yang berada di atas jalanan. Sejumlah orang berebut mengambil kupon tersebut dan memicu insiden itu.
Cui Tingting, (27), seorang lainnya, mengaku menjadi salah satu yang berhasil memungut uang mainan tersebut. Ketika ia menyadari itu hanyalah uang palsu, ia pun melemparkannya.
"Terlalu kejam. Orang-orang di depan kami sudah jatuh, yang lain malahan menginjak-injak mereka," kata Tingting.
Kepolisian Shanghai belum dapat mengkonfirmasi apakah benar uang-uang mainan tersebut menjadi penyebab insiden. Polisi mengatakan, saat ini penyelidikan masih berlangsung dan meminta kerabat dan keluarga korban untuk bersabar.
Sebelumnya diberitakan, setidaknya 36 orang dilaporkan meninggal dunia serta 47 lainnya mengalami cedera saat menyaksikan pesta menyambut tahun baru di kawasan Bund, Shanghai, Cina, Rabu (31/12/2014) malam.
Korban meninggal dunia dan luka-luka akibat berdesak-desakan dan terinjak-injak. Tercatat sekitar 300.000 lebih pengunjung memadati area Bund untuk menyaksikan pesta kembang api dan pertunjukkan laser. Korban meninggal dunia dan luka-luka kini telah dibawa ke rumah sakit Umum Shanghai. (Reuters)
Berita Terkait
-
Ramalan 12 Shio Hari Ini 6 Juli 2026, Siapa Saja yang Hoki dan Panen Rezeki?
-
Semarak Perayaan Peh Cun di Berbagai Daerah Indonesia
-
Merayakan 1 Muharram, Semangat Hijrah yang Relevan dalam Dunia Usaha
-
Momen Sakral Penggantian Kiswah Ka'bah di Masjidil Haram
-
Peringati 1 Muharram 1448 H, PSI Gelar Pengajian dan Santunan untuk 100 Anak Yatim-Dhuafa
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Tak Ada Cara Lain! Begini Prosedur Hukum Jika Perwira TNI Aktif Terjerat Kasus Korupsi MBG
-
DPR Segera Temui Partai Non-Parlemen, Serap Masukan untuk Revisi UU Pemilu
-
Tarif Transjabodetabek Rp10 Ribu Jadi Bumerang! Warga Bakal Balik Pakai Kendaraan Pribadi
-
Jangan Cuma Pelaku Lapangan! Mabes Polri Harus Bongkar Otak Sindikat Narkoba di Katingan
-
Detik-detik Kecelakaan Maut Dekat Patung Kuda, Pengendara Aerox Tiba-tiba Oleng hingga Tak Tertolong
-
Diprotes Netizen, Dasco Sebut Ucapan Ultah untuk Nadiem Makarim Cuma Ulah Admin Baru
-
Diwarnai Dugaan Teror, Sengketa Lahan Club de Arjuna Diminta Diselesaikan di Pengadilan
-
Catatan Merah Komnas HAM, Demo Agustus-September 2025 Jadi Momentum Evaluasi
-
Hafid Abbas Curiga Dana Bansos Tak Dipakai buat MBG demi 'Bagi-bagi Amplop' di Pemilu
-
Nadiem Makarim Siapkan Saksi Baru di Tahap Banding untuk Lawan Vonis 10 Tahun