Suara.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, menegaskan bahwa perayaan Malam Tahun Baru 2015 di berbagai wilayah DKI Jakarta berjalan lancar, aman dan kondusif.
"Pada umumnya tahun baru, pergantian waktu dari 2014-2015 lancar, aman dan kondusif. Untuk keamanan, tidak ada yang mengganggu pergantian tahun tersebut. Semua berjalan baik," ujar Rikwanto di Polda Metro Jaya, Jumat (2/1/2015).
Rikwanto menambahkan, meski demikian, perayaan tersebut tetap diwarnai dengan aksi kriminal seperti pencopetan.
"Memang ada kejadian kecopetan. Ada 23 laporan copet di kawasan HI, dan sudah diproses karena barang bukti cukup," imbuhnya.
"Ada yang kehilangan keluarga, namun bisa ditangani dengan baik. Kehilangan keluarga juga bisa ditangani dengan (layanan) public service kita," lanjutnya.
Lebih jauh, Rikwanto menuturkan, di kawasan HI memang tidak dilakukan peluncuran kembang api sepanjang 2 inci ke atas. Namun menurutnya, banyak warga masyarakat membawa sendiri kembang api, untuk merayakan pergantian waktu itu.
Untuk pengamanan di kawasan Bunderan HI sendiri malam itu, pihaknya menurut Rikwanto, membuat kanalisasi kunci panggung konser.
"Kita buat kanalisasi kunci panggung konser. Untuk patroli polisi, untuk evakuasi kejadian sakit, maling-copet. Hal ini efektif. Ini merupakan perbaikan dari waktu ke waktu," tuturnya.
Sementara itu, Rikwanto mengakui pula ada sedikit perubahan dalam hal pengamanan di kawasan Taman Impian Jaya Ancol.
"Kerja sama dengan pengelola, supaya mobil setelah jam 17.00 tidak ada yang masuk. Jadi lebih tertib. Akibatnya tidak terjadi stuck di jalan," paparnya.
"Ini berjalan dengan baik, (dan) akan dilakukan (lagi) tahun depan," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
BPOM Temukan Mi Kuning Berformalin di Takjil, Pedagang Jangan Gunakan Pengawet dan Pewarna Berbahaya
-
Ahli di Sidang Gus Yaqut: Sprindik KPK Keliru karena Campur Aduk KUHP Lama dan Baru
-
Tak Bisa Lagi Sembarangan, RUU PPRT Bakal Atur Perusahaan Berbadan Hukum yang Boleh Salurkan PRT
-
Kejagung Periksa Kasi Intel Bea Cukai Aceh Terkait Dugaan Korupsi Ekspor POME
-
Aksi Kamisan ke-900: Keteguhan Sumarsih Mencari Keadilan bagi Sang Anak
-
Ahli Hukum di Sidang Gus Yaqut: Kerugian Negara Harus Ada Sebelum Penetapan Tersangka
-
Ketua Baleg DPR RI Pastikan RUU PPRT Disahkan Tahun Ini, Rieke Pitaloka Usul Momentum Hari Kartini
-
Bareskrim Polri Minta Bank Perketat Aturan Buka Rekening demi Putus Aliran Dana Judi Online
-
Tak Hanya Outsourcing, Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq juga Kuasai Proyek Makan-Minum di 3 RSUD
-
Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi