Suara.com - Pakar penerbangan yang juga mantan pilot Desmon Ross mengungkapkan, baterei yang ada di black box alias kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah hanya bisa bertahan sekitar 20 hari lagi. Menurut dia, baterei kotak hitam maksimal bisa bertahan selama 30 hari. Pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak pada hari Minggu, (28/12/2014) lalu.
Penemuan ekor pesawat AirAsia oleh tim SAR diperkirakan akan semakin mempermudah untuk menemukan kotak hitam tersebut. Kata dia, semua pembicaraan dan peristiwa yang terjadi terhadap QZ8501 terekam di kotak hitam itu.
Ross mengungkapkan, mencari kotak hitam dari reruntuhan ekor pesawat tidak terlalu sulit.
“Apabila memang benar ekor pesawat sudah ditemukan maka mereka sudah bisa langsung mengeluarkan kotak hitam yang biasanya dipasang di ekor pesawat. Dengan alat yang biasa digunakan, kotak hitam itu bisa dikeluarkan tanpa harus mengangkat ekor pesawat itu ke permukaan,” jelasnya.
Namun, kata dia, tim penyelam harus menghadapi arus yang kuat dalam proses pengambilan kotak hitam itu. Ross menjelaskan, memindahkan kotak hitam dari ekor pesawat sama seperti memindahkan hard drive dari komputer yang rusak.
“Itu adalah sesuatu yang harus anda lakukan secara hati-hati dan juga perlahan-lahan.”jelasnya.
Lalu, bagaimana apabila kotak hitam itu tidak ada di ekor pesawat? Ross mengungkapkan, kotak hitam itu mempunyai alat suar pelacak yang bisa mengeluarkan ping untuk dilacak. Kata Ross, tim penyelam akan mengalami masalah baru apabila kotak hitam ternyata tidak ada di ekor pesawat.
Andaikan kotak hitam tidak ditemukan di ekor pesawat, Ross optimistis tim pencari bisa menemukan blackbox itu dalam waktu beberapa hari atau minggu. (CNN)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok
-
Skandal Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta: 103 Anak Jadi Korban, DPR Desak Hukuman Maksimal