Suara.com - Sebanyak 13 jenazah WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) Oryong 501 yang tenggelam di Laut Bering, Rusia, telah tiba di Jakarta.
Ketiga belas jenazah dikirim dari Korea Selatan menggunakan pesawat kargo Korean Air yang tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (9/1/2015) dini hari pukul 02.50 WIB dan diterima langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Dari tiga belas jenazah, enam di antaranya berasal dari Jawa Tengah, yakni Mujahidin, Mukhamad Idris, Warno, Nur Kolis, Harjono, dan Barjo. Tiga ABK berasal dari Jawa Barat bernama Atep Roni, Dede Iksani dan Haryanto.
Selanjutnya, dua jenazah berasal dari Maluku atas nama Albert Talapessy dan Gaspar Jantje Tomasila, serta masing-masing satu jenazah dari Sulawesi Utara atas nama Mukhtar Mokodompit dan Sulawesi Selatan atas nama Syarifuddin.
Serah-terima jenazah dari Kementerian Luar Negeri kepada perwakilan daerah asal ABK dan keluarga dipimpin oleh Menlu pada pukul 07.00 WIB, acara tersebut juga dihadiri Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dan Dubes Korea Selatan untuk Indonesia Cho Tae-Young.
Menlu Retno menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama antara pemerintah RI, Korea Selatan dan Rusia yang terus berkomunikasi dan berkoordinasi sejak hari pertama musibah tenggelamnya kapal Oryong 501 terjadi pada 1 Desember 2014.
"Kami (kementerian Luar Negeri) juga turun langsung untuk meminta kepada pihak pemilik kapal Sajo Industries agar hak-hak ABK dipenuhi. "Kami tidak ingin WNI kita tidak terpenuhi hak-haknya," lanjut Menlu.
Sebelumnya, pada jumpa pers Kemenlu di Jakarta, Rabu (7/1), Kepala Sub-Direktorat Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia June Kuncoro Hadiningrat menyampaikan semua WNI ABK Oryong 501 yang berjumlah 35 orang akan mendapatkan asuransi masing-masing Rp150 juta dan uang duka berkisar Rp15-20 juta.
Selain itu, saat bertemu dengan pihak Sajo Industries di Busan, Korea Selatan, Menlu mendesak mereka juga akan memberikan kompensasi sebesar lima ribu hingga lima belas ribu dolar AS.
Sementara pada Jumat malam akan tiba lagi tiga jenazah WNI ABK Oryong 501 yang berhasil diidentifikasi berasal dari Jawa Barat (dua orang) dan satu jenazah asal Jawa Tengah.
Jumlah WNI yang berhasil ditemukan berjumlah 19 orang, 16 orang meninggal dan tiga orang selamat dan telah dipulangkan ke Indonesia pada 30 Desember 2014, yakni Wanto (Jawa Tengah), Teguh Hariono (Papua) dan Naryanto bin Wastara (Jawa Barat).
Saat ini pencarian korban tenggelamnya Kapal Oryong 501 di Laut Bering masih terus dilakukan, selain 35 WNI terdapat pula tiga belas warga Filipina, sebelas warga Korsel dan satu warga Rusia. (Antara)
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi
-
Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap
-
Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun
-
Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering
-
Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II