Suara.com - Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya F Henry Bambang Soelistyo mengatakan berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan, operasi pokok pascakecelakaan pesawat AirAsia QZ8501, hanya berlangsung selama tujuh hari. Setelah itu, akan dilakukan evaluasi terhadap hasil pencarian.
"Tapi, nanti kalau sampai operasi pokok ini ada tambahan, yang saya hentikan (sebagian tim evakuasi), itu bukan berarti operasi pencarian itu berhenti sama sekali," kata Soelistyo, Senin (12/1/2015).
Soelistyo mengatakan anggota tim pencari gabungan akan terus dikurangi dan nanti yang melakukan operasi pencarian hanya tim dari Badan SAR Nasional.
"Saya akan melanjutkan operasi hariannya, Basarnas dengan kekuatan-kekuatan kita. Tapi bukan dalam konteks operasi gabungan," ujarnya tanpa menyebutkan kapan waktu pencarian gabungan AirAsia dihentikan.
"Kita punya operasi harian untuk memenuhi apa harapan keluarga. Kita coba berdiri di hati mereka. Jadi kita juga punya SOP," Soelistyo menambahkan.
Tapi sebelum hal tersebut dilaksanakan, Soelistyo akan bertemu dengan keluarga penumpang terlebih dahulu untuk memberikan penjelasan.
"Ya sebenarnya ya langkah itu saya harus ketemu keluarga korban dulu. Berbicara dengan mereka pakai hati. Kemudian baru kita koordinasi," ujarnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Minggu (28/12/2014) pagi, pesawat AirAsia mengalami lost contact. Pesawat jenis Airbus A320 dengan rute Surabaya-Singapura mengalami lost contact pada pukul 06.17 WIB di sekitar Pulau Belitung pada titik koordinat 03°22’15”S - 109°41’28.”
Pesawat bertolak dari Surabaya sekitar pukul 05.35 WIB dan seharusnya tiba di Bandara Changi Singapura pukul 08.30 waktu setempat.
Pesawat itu ternyata jatuh di Selat Karimata. Jumlah orang yang berada di dalam pesawat tersebut sebanyak 162 orang yang terdiri dari 138 dewasa, 16 anak-anak, satu bayi, dan tujuh awak pesawat.
Hingga hari ini, baru 48 jenazah yang berhasil diangkat.
Pagi tadi, tim penyelam dari TNI AL berhasil menemukan bagian Flight Data Recorder dari black box pesawat. Saat ini, tim masih mencari bagian lain, yakni Cockpit Voice Recorder.
FDR berfungsi untuk mencatat seluruh sistem saat terbang dan CVR adalah alat yang merekam seluruh pembicaraan yang ada di dalam cockpit.
Berita Terkait
-
Mukjizat di Perkebunan Rambunan: 5 Hari Hilang di Hutan, Nenek 79 Tahun Ditemukan Selamat!
-
Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Mengapa Sistem Keamanan Kereta Gagal Mengadang Tragedi?
-
Basarnas Pastikan Evakuasi Tabrakan KRLArgo Bromo Selesai, Tak Ada Korban Tertinggal
-
14 Orang Tewas di Tragedi Maut Bekasi Timur, Media Asing Soroti Keselamatan Transportasi RI
-
Basarnas Ungkap Alasan Lokomotif KA Argo Bromo Tak Langsung Dievakuasi: Ada Nyawa yang Terjepit
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah
-
Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru
-
Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk