Suara.com - Keluarga besar Rani di Ciranjang dan Cianjur, Jawa Barat, menyatakan hanya bisa mengenang kisah manis semasa hidup terpidana mati yang menghembuskan nafas terakhir, Minggu (18/1/2015).
Semasa hidupnya, Rani yang dikenal taat beribadah dan mudah bergaul banyak terlibat dalam kegiatan yang ada di lingkungan rumahnya terutama di Gang Edi II, Kelurahan Sayang, Cianjur.
Rani sempat tercatat sebagai pengurus Karang Taruna dan Remaja Masjid.
Sejak tertangkapnya Rani bersama Meirika Franola alias Ola dan Deni Setia Maharwan yang masih sepupu itu, pihak keluarga tidak menyangka dan sangat menyayangkan hal tersebut karena selama ini Rani hanya diajak untuk pergi berlibur ke sejumlah negara oleh Ola.
"Ketika itu, kami tidak menyangka kalau Rani akan ditangkap karena kedapatan membawa heroin sebanyak 3,5 kilogram, bersama Ola dan Deni. Kami menduga Rani tidak tahu apa barang yang dibawanya itu," kata Yuki salah seorang sepupu Rani.
Dia menuturkan, sejak Rani ditangkap pihak keluarga terus berupaya melepaskannya dari jeratan hukuman mati yang ketika itu dijatuhkan terhadap ke tiga orang saudaranya itu.
Bahkan upaya grasi pun telah berkali-kali diajukan ke Presiden RI, namun tidak membuahkan hasil untuk Rani. Sedangkan grasi dua orang sepupuh lainnya Ola dan Deni, dikabulkan Presiden SBY.
Sementara itu, Tuti (56) bibi Rani dari keluarga ayahnya Andi, menyesalkan keputusan yang dijatuhkan pada Rani yang tidak mendapat grasi dari Presiden karena selama ini Rani diajak Ola dan Deni untuk ikut ke luar negeri, hingga akhirnya ditangkap. Meskipun pasrah pihaknya tetap mempertanyakan kenapa hanya Rani yang dihukum mati.
"Saya yakin Rani tidak tahu barang apa yang dibawanya bersama Ola dan Deni itu," katanya seraya menyeka air matanya yang keluar.
Sementara itu, Andi ayah kandung Rani, terlihat tegar meskipun dipegangi dua orang adiknya, Andi mengikuti prosesi hingga selesai. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya ketika puluhan wartawan berusaha mewawancarainya.
Usai jasad Rani dikuburkan, Andi yang tetap dipegangi kedua adik perempuannya itu langsung pulang ke rumah duka.
Bahkan dia, terpaksa menjual rumah miliknya di Gang Edi II Cianjur, untuk membayar sejumlah pengacara guna mendapatkan keinginannya itu, namun hal tersebut tidak membuahkan hasil, dimana Rani akhirnya dieksekusi Minggu dini hari. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Amnesty Bantah Hukuman Mati Bikin Koruptor Jera: Hanya Mitos
-
Menteri Hukum Mending Dorong RUU Perampasan Aset, Ketimbang Hukuman Mati Koruptor
-
Ramai Desakan Febrie Adriansyah Dijatuhi Hukuman Mati, LBHM Ingatkan Bahaya Ilusi Ketegasan
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
RAPBN 2027: Daftar 10 Kementerian Lembaga dengan Anggaran Tertinggi, BGN Pertama Tapi Dipangkas
-
Tuntas di 2027! PPPK Paruh Waktu Siap Alih Status, Daerah Dilarang Keras Tambah Pegawai Baru
-
Awas Macet! Jalur Transjakarta Gatsu Berlaku Mix Traffic hingga November 2026
-
5 Sunscreen Korea SPF 50 untuk Base Makeup Harian, Bebas Efek Abu-Abu!
-
Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi
-
Keker ke Langit di Tengah Demo Mahasiswa, Sosok Diduga Intel Bawa Drone Jammer Berharga Fantastis
-
Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos
-
Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan
-
Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?