Suara.com - Mantan Menteri Pertahanan Australia Angus Houston mengungkapkan, pesawat Malaysia Airlines MH370 kemungkinan besar tidak akan pernah bisa ditemukan. Pesawat itu hilang pada 8 Maret lalu tidak lama setelah lepas landas dari bandara internasional Kuala Lumpur, Malaysia.
“Lautan tempat yang sangat luas dan airnya sangat dalam dan kemungkinan sulit untuk bisa menemukannya,” kata Angus.
Angus sempat menjadi pemimpin tim pencarian MH370. 10 bulan setelah pesawat itu hilang, Australia masih ikut dalam pencarian pesawat yang mengangkut 239 penumpang dan kru pesawat itu.
“Saya berharap satu hari nnati kita semua akan bangun dan mendengar bahwa MH370 telah ditemukan,” ujarnya.
Pencarian MH370 sempat dihentikan empat bulan dan dilanjutkan lagi pada Oktober lau. Tim pencari masih sudah memetakan lokasi pencarian dengan luas 23 ribu mil persegi. Meski demikian, tim pencari belum menemukan satu pun serpihan dari pesawat tersebut.
Pesawat itu terakhir kali melakukan kontak ketika posisinya 120 mil di sebelah timur Kota Bahru, Malaysia. Tim pencari menduga pesawat itu jatuh di wilayah selatan Samudera Hindia. (Express)
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Siapa Juwono Sudarsono? Profil Menhan Sipil Pertama dan Tokoh Reformis TNI
-
Pengembang Game: Proteksi Belum Cukup, Anak Harus Diawasi 24 Jam
-
Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump
-
Kabar Duka, Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RSPI
-
Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital
-
PP Tunas Berlaku, Menag Tekankan Fondasi Agama dan Etika untuk Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif
-
Siap-Siap! Besok Puncak Arus Balik Kedua di Kampung Rambutan, 6 Ribu Orang Bakal Tiba di Jakarta
-
Fenomena Pendatang Baru: DPRD Ingatkan Pemprov DKI Jakarta Soal Bom Waktu Sosial
-
Soroti Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran, KPK: Bisa Jadi Pintu Masuk Korupsi