Suara.com - Seorang mantan CEO maskapai penerbangan Perancis Marc Dugain, menyebut bahwa militer AS mungkin telah menembak jatuh pesawat Malaysia Airlines MH370. Dugaan ini menambah panjang daftar teori yang saling bertentangan tentang pesawat yang hilang itu.
Dalam sebuah artikel enam halaman yang diterbitkan oleh mingguan Perancis, Paris Match, Dugain menduga Boeing 777 mengalami masalah saat mendekati pangkalan militer AS di Samudera Hindia. Pasukan AS mungkin khawatir pesawat itu mencoba menyerang pangkalan iu seperti yang terjadi pada tragedi 9/11.
"Ini adalah pangkalan militer yang sangat kuat. Sangat mengejutkan bahwa Amerika telah kehilangan semua jejak pesawat ini. Tanpa masuk ke teori konspirasi, itu adalah kemungkinan bahwa militer Amerika 'menghentikan' pesawat ini," kata Dugain, sebagaimana dikutip situs berbahasa Inggris, The lokal, Jumat (18/12/2014).
Dugain mengatakan ada saksi di Maladewa, pulau-pulau terdekat ke Diego Garcia sekitar 500 kilometer ke arah utara, yang mengklaim telah melihat "pesawat besar serupa dengan warna Malaysia Airlines terbang di ketinggian yang sangat rendah" di Diego Garcia.
Pada bulan Agustus, media Inggris, Daily Mirror melaporkan bahwa MH370 sedang menuju pulau atol di Samudera Hindia, namun Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur membantah ini. Seorang juru bicara untuk Kedutaan Besar AS di Malaysia saat itu mengatakan kepada surat kabar lokal Bintang bahwa "tidak ada indikasi bahwa MH370 terbang di dekat Maladewa atau Diego Garcia."
"MH370 tidak mendarat di Diego Garcia," ujar pejabat tersebut.
Dugain menulis bahwa pesawat yang hilang pada tanggal 8 Maret dengan 239 orang di dalamnya, sementara dalam penerbangan terjadwal dari Kuala Lumpur ke Beijing, bisa saja dibajak dan kemudian mengarahkan ke arah Diego Garcia. Penjelasan lain, katanya, adalah para pembajak memaksa kru untuk mematikan semua devisa elektronik tanpa merusak pesawat eksterior, yang memungkinkan untuk melanjutkan autopilot dengan semua orang di kapal sesak napas.
Dugain menuduh saksi di Maladewa telah ditekan. Ia sendiri mengaku diingatkan oleh seorang perwira intelijen Inggris, bahwa ia mengambil 'resiko' dengan mencoba untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada MH370.
"Sebagai pemilik pulau, Inggris akan mencari mereka akan menutupi insiden apapun," kata Dugain.
AS telah secara konsisten membantah mengetahui nasib pesawat itu. Tapi Dugain meragukan hal ini. Sangat mengherankan, ujarnya, AS yang dilengkapi dengan teknologi terbaik di dunia bisa benar-benar kehilangan jejak obyek sepanjang 63 meter.
Hingga kini apa yang bisa terjadi pada pesawat yang hilang pada bulan Maret itu masih menjadi teka-teki. Dan dugaan Dugain menambah panjang teori yang menimpa pesawat ini. (Dailymail.com)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Gelombang Panas Picu Krisis Pangan, Dunia Mulai Cari Cara Bertahan
-
Kronologi Kebakaran Maut Sunter Agung: Tetangga Bantu Pakai APAR, 4 Nyawa Tak Tertolong
-
Pemilahan Sampah di Jakarta Mulai Diterapkan, Sejauh Mana Kesiapan di Lapangan?
-
Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?
-
Negara Rugi Rp25 Triliun, Direktur PIS Arief Sukmara Divonis 6 Tahun Penjara
-
Dugaan Pelanggaran HAM di Torobulu, Warga Terpaksa Mengungsi Akibat Tambang
-
Ketika PAM Jaya Minta Maaf di Tengah Jalan Jakarta yang Semrawut
-
Satu Keluarga Jadi Korban Kebakaran Maut di Sunter Agung, 4 Orang Meninggal Dunia
-
Bukan Bebas Murni, Mengenal Apa Itu Tahanan Rumah yang Kini Dijalani Nadiem Makarim
-
Nadiem Makarim: Malam Ini Saya Operasi, Tapi Siap Dengarkan Tuntutan Jaksa