Suara.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan mengirimkan laporan awal (preliminary report) kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 kepada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada pekan ini, demikian disampaikan investigator KNKT Suryanto kepada Reuters.
Laporan awal tersebut, menurut Suryanto, akan mencakup informasi soal pesawat, jumlah penumpang, dan informasi lain semacam itu. Namun, imbuhnya, laporan itu tidak termasuk hasil analisis dari rekaman suara kokpit dan rekaman data penerbangan, yang telah ditemukan oleh tim pencari dari dasar Laut Jawa.
Data dari radar dan rekaman "black box" pesawat memberikan gambaran lebih jelas soal apa yang terjadi pada detik-detik terakhir jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501.
Selain itu, KNKT juga dijadwalkan bakal menggelar konferensi pers pekan ini untuk membicarakan tentang prestasi yang telah mereka capai selama setahun. Kendati demikian, menurut Kepala KNKT Tatang Kurniadi, pihaknya tidak akan mengungkap secara detil hasil penyelidikan soal kecelakaan AirAsia. Sementara itu, laporan penyelidikan akhir (final report) akan disampaikan dalam waktu satu tahun.
Pesawat AirAsia QZ8501 jatuh pada tanggal 28 Desember 2014 silam saat melakukan penerbangan dari Surabaya menuju Singapura. Pesawat yang mengangkut 162 orang itu jatuh di Selat Karimata. Hingga saat ini, baru 70 jenazah yang ditemukan.
Tag
Berita Terkait
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Stasiun Bekasi Timur Dibuka Lagi, KAI Pastikan Asepek Keselematan Sudah Terpenuhi
-
Polisi Gandeng KNKT Usut Kecelakaan Maut KRL Bekasi: Human Error atau Gagal Sistem?
-
Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita Pindah ke Tengah, AHY: Laki-laki dan Wanita Tak Boleh Jadi Korban
-
Kecelakaan Kereta di Bekasi, Mengapa Argo Bromo Anggrek Tidak Mengerem?
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Legislator PDIP Soroti Kelangkaan Solar Subsidi: Petani Bisa Gagal Panen
-
Soal Pembubaran Nobar 'Pesta Babi', TB Hasanuddin: Tidak Ada Bukti Film Itu Melanggar UU
-
Oditur Militer Puji Racikan Air Keras Penyerang Andrie Yunus 'Kreatif'
-
'Ini Tidak Bisa Dilepas!', Nadiem Makarim Muncul Pakai Gelang Detektor di Sidang Korupsi Chromebook
-
KPK Duga Dua Ajudan Bantu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terima Gratifikasi
-
Momen Prabowo Tatap dan Tunjuk Menkeu Purbaya di Depan Gunungan Uang Rp10 Triliun
-
Viral Isu Prostitusi Anak di Blok M Libatkan WNA Jepang, Polda Metro Jaya Turun Tangan
-
Jokowi Disebut Sudah Pulih 99 Persen, Siap Keliling Indonesia Juni 2026 Sapa Rakyat
-
DIY Catat Ribuan Kasus ODGJ Berat pada 2025, Mayoritas Usia Produktif
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Disidang Etik Gerindra Jumat Ini