Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) menetapkan Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Jakarta, HR Agung Laksono, sebagai Ketua Dewan Penasihat DPP AMPI, menggantikan Aburizal Bakrie.
"Keputusan DPP AMPI tersebut berdasarkan amanat AD/ART AMPI, yakni Ketua Dewan Penasihat AMPI di semua tingkatan adalah Ketua Dewan Pimpinan Partai Golkar di tingkatan masing-masing sebagai ex-officio," ujar Ketua Umum DPP AMPI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (30/1/2015).
Menurut Dave, berdasarkan amanah AD/ADRT AMPI tersebut dan sesuai hasil Munas Partai Golkar di Jakarta pada 5-8 Desember 2018, maka DPP AMPI menetapkan HR Agung Laksono sebagai Ketua Dewan Penasihat DPP AMPI menggantikan Aburizal Bakrie. Ketetapan Agung Laksono sebagai Ketua Dewan Penasihat DPP AMPI itu, menurut Dave pula, akan dikukuhkan pada Munas AMPI mendatang.
"Penetapan Ketua Dewan Penasihat AMPI merupakan prosedur organisasi yang harus diagendakan, sebagaimana diatur dalam AD/ART AMPI," katanya.
Menurut Dave, untuk kelangsungan organisasi AMPI, maka pengangkatan Ketua Dewan Penasihat AMPI harus dilakukan sesuai amanah pasal 19 ayat (3) ART AMPI, yang menyebutkan bahwa Ketua Umum DPP Partai Golkar secara otomatis menjadi Ketua Dewan Penasihat DPP AMPI.
Anggota Komisi I DPR RI ini pun menambahkan, AMPI sebagai organisasi massa yang didirikan oleh Partai Golkar, akan konsisten memberikan dukungan kepada Partai Golkar, sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi dan nilai-nilai Partai Golkar. Sementara terkait polemik yang terjadi di tubuh partai itu, menurut Dave, AMPI berpandangan akan mengambil peran guna menyatukannya.
"AMPI juga akan mendukung proses-proses penyelesaian konflik Partai Golkar melalui proses hukum yang sedang berlangsung di pengadilan," katanya.
Menurut Dave pula, AMPI melihat proses penyelesaian konflik Partai Golkar melalui pengadilan ini sebagai solusi ideal, guna menegakkan supremasi hukum di Indonesia. [Antara]
Berita Terkait
-
MK Ubah Aturan Pemilu Lagi! Agung Laksono: Perlu Kajian Ulang Atau Amandemen UUD 1945?
-
Agung Laksono Dorong Negara Harus Tetap Laksanakan Putusan MK Soal Pemisahan Pemilu
-
Sambut Positif Ratusan Aktivis Gabung ke AMPI, Ketum Golkar Bahlil: Kalian Sudah di Jalan yang Benar
-
AMPI Goes To Campus Kick Off di UNJ: Mahasiswa Jangan Alergi Politik!
-
Jam Rolex Prabowo dan Sarapan Aburizal Bakrie Berujung Timnas Indonesia Hancur Lebur
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Bursa Pilpres Mirip SBY 2004
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
-
Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Bantuan untuk eks Pengguna Narkoba dan ODHIV Cair, Kemensos Ubah Skema Jadi Uang Tunai Segini!
-
Setelah Bangkai Anjing, Kini Giliran Alat Berat! Misteri Teror Beruntun Tim Relawan di Aceh Tamiang
-
Kementerian HAM Kenalkan Program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM di Lombok Barat
-
Menlu Sugiono Kirim Surat Belasungkawa Wafatnya Ali Khamenei ke Dubes Iran, Ini Alasannya
-
Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU