Suara.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur menyebutkan korban kecelakaan AirAsia QZ8501 saat ini ditemukan dalam keadaan tidak utuh. Basarnas menemukan berbagai potongan tubuh manusia.
Makanya sebelumnya korban AirAsia yang datang disebut jenazah. Saat ini istilah jenazah diganti dengan sebutan potongan tubuh atau body part.
Ketua tim DVI Polda Jawa Timur, Kombes Pol Budiyono mengatakan saat ini semua korban yang tiba di RS Bhayangkara tidak utuh.
"Beberapa korban yang tiba di RS Bhayangkara ada yang kondisinya tidak lagi utuh. Kami menyebutnya dengan istilah potongan tubuh atau body part," ujar Budiyono, Sabtu (31/1/2015).
Tidak hanya korban yang datang di RS Bhayangkara pada hari ini saja. Sebelumnya korban dengan kondisi berupa potongan tubuh juga pernah ada. Untuk potongan tubuh seperti ini, cara yang biasanya digunakan adalah memakai sampel DNA.
Hingga saat ini sudah 76 jenazah korban AirAsia yang berhasil dievakuasi dan tiba di RS Bhayangkara Surabaya. 60 di antaranya sudah berhasil diidentifikasi. Sedangkan 16 sisanya masih dalam pendalaman serta identifikasi tim DVI Polda Jawa Timur. (Yovie Wicaksono)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027
-
Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang