Suara.com - Pemerintahan Sunni Bahrain, pada Sabtu (31/1/2015), telah mencabut kewarganegaraan 72 orang, yang dinilai terbukti merugikan kepentingan kerajaan saat dilanda kerusuhan besar oleh warga Syiah sejak 2011.
Kantor berita resmi BNA mengatakan, kewarganegaraan puluhan orang itu dicabut melalui surat keputusan, sebagai bagian dari langkah menjaga keamanan dan ketenangan, serta melawan ancaman teroris. BNA menerbitkan daftar nama 72 orang yang dijatuhi hukuman yang diadopsi Kementerian Dalam Negeri dan disetujui oleh Kabinet Bahrain itu.
"Prosedur hukum yang tepat akan diambil oleh Kementerian Dalam Negeri untuk melaksanakan keputusan ini," ungkap pihak pemerintah Bahrain.
Menteri Informasi Bahrain, Isa Abdulrahman al-Hammadi, mengatakan bahwa sebagian besar dari mereka yang dicabut kewarganegaraannya "berada di luar negeri dan dapat menentang keputusan itu secara hukum".
"Mereka tidak mewakili kelompok teroris tunggal," tambahnya, sembari menunjukkan bahwa mereka yang masuk dalam daftar itu tidak termasuk dalam salah satu denominasi Muslim tunggal.
Di antara alasan pengambilan keputusan itu, Hammadi menyebut, antara lain adalah "keanggotaan sel dan kelompok teroris", "pembiayaan tindakan teroris", "hasutan untuk perubahan rezim melalui kekuatan", serta "menyebarkan ideologi menyimpang" yang merujuk pada kelompok ekstremis Islam.
Ini merupakan jumlah terbesar warga Bahrain yang akan kehilangan kewarganegaraan mereka sejak undang-undang disahkan pada tahun 2013 terkait hukuman atas mereka yang terlibat aksi "terorisme". Terkait hal ini, Al-Wefaq, kelompok oposisi utama Kerajaan Suriah, mengecam langkah pencabutan kewarganegaraan dan menyebutnya sebagai "senjata" yang digunakan oleh rezim untuk menghukum lawan.
"Sebagian besar dari mereka yang kehilangan kewarganegaraan adalah lawan di pengasingan," ungkap sebuah pernyataan Al-Wefaq, seraya memperkirakan bahwa sekitar 50 aktivis oposisi telah mengatakan mendukung "transisi demokrasi di Bahrain".
Pihak Al-Wefaq juga menyebut bahwa daftar ini juga memasukkan nama-nama "pejuang asing yang diduga memiliki hubungan dengan Daesh (singkatan bahasa Arab untuk kelompok Negara Islam)". Pemimpin Al-Wefaq sendiri, Sheikh Ali Salman, ditangkap pada akhir Desember lalu, dan saat ini sedang diadili dengan tuduhan berusaha menggulingkan rezim. [Antara/AFP]
Berita Terkait
-
AS Serang Iran Saat Negosiasi Damai Berjalan, Timur Tengah di Ambang Ledakan
-
Review Jujur Almaz Fried Chicken Kediri: Ayam Goreng Arab dengan Rempah yang Nendang!
-
Haru dan Bahagia Warnai Kepulangan 9 WNI yang diculik Israel
-
Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu
-
Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Fadli Zon soal Prabowo di Prancis Saat Iduladha: Tak Harus Selalu di Indonesia
-
Permenhut 6/2026 Dinilai Buka Jalan Proyek Karbon Perhutanan Sosial Masuk Pasar Global, Mengapa?
-
Zulhas Sebar Hewan Kurban saat Iduladha, dari Jakarta hingga NTT
-
Studi Ungkap Cara Kurangi Konflik Lahan dalam Pengembangan Energi Surya
-
Soal Prabowo ke Prancis Saat Iduladha, Gerindra Sebut Ini Agenda Negara
-
Rano Karno Serahkan Sapi Kurban ke RT Canggih di Gandaria
-
Pramono Wukuf di Arafah, Rano Karno Salat Id di Saf Depan Bersama Warga di Balai Kota
-
Wapres Gibran dan Jan Ethes Salat Iduladha Bersama di Masjid Istiqlal
-
Hari H Iduladha, Masjid Istiqlal Sudah Terima 64 Sapi dan 13 Kambing
-
Nasaruddin Umar Terima Sapi Kurban dari Presiden dan Wapres