Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Pembukaan Rapat Kerja (Raker) Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dengan para Kepala Perwakilan Republik Indonesia (Keppri). Jokowi, yang mengenakan kemeja batik cokelat tiba di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, tempat digelarnya rapat, pada sekitar pukul 09.45 WIB.
Acara dibuka dengan sambutan dari Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi. Dalam sambutannya, Menlu Retno menyatakan bahwa rapat kerja akan diikuti oleh 132 kepala perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang terdiri atas Konsul Jenderal dan Konsul Tetap. Retno mengatakan, rapat digelar untuk menyusun kebijakan dan politik luar negeri Republik Indonesia lima tahun ke depan.
"Bapak Presiden yang terhormat, di harapan kita saat ini ada 132 kepala perwakilan yang terdiri atas konsul jenderal, konsul tetap yang pada tanggal 2 Februari hingga 5 Februari akan ikut serta dalam rapat. Rapat akan dilakukan untuk menyelaraskan langkah diplomasi luar negeri Republik Indonesia. Dengan pembekalan yang komplit, para diplomat diharapkan bisa satu suara dalam menjalankan diplomasi Republik Indonesia lima tahun ke depan," tutur Retno dalam pidatonya yang disiarkan lewat saluran streaming di Kemlu.go.id.
Dalam sambutannya, Retno menyampaikan sekelumit kisah tentang Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI. Gedung tersebut, kata Retno jadi saksi bisu sejarah perjalanan Indonesia menjadi sebuah negara yang merdeka.
Gedung yang di masa lalu pernah jadi tempat tinggal Panglima Angkatan Perang Kerajaan Belanda, merupakan tempat di mana proklamator Indonesia, Ir Soekarno, pada tanggal 1 Juni 1945, mengusulkan lima sila yang kemudian menjadi dasar negara Republik Indonesia, Pancasila.
Berita Terkait
-
Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir
-
Jokowi Dinobatkan sebagai Sesepuh oleh 9 Raja Timor
-
Sebut Jokowi Master yang Merusak, Anthony Budiawan: Dia 'Beli' Orang untuk Mendukungnya
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat, Gugat Pencekalan di Kasus Dugaan Ijazah Jokowi
-
Bukan Pidana, Eks Hakim Agung Beberkan Alasan Mengapa Kasus Ijazah Jokowi Harus Diuji di PTUN
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan