Suara.com - Sidang praperadilan Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Budi Gunawan (BG) siang ini, Senin (2/2/2015), belum juga dimulai.
Ketua kuasa hukum Komjen BG, Frederick Yunadi, menuding belum dimulainya sidang lantaran tidak datangnya penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Sidang praperadilan masih menunggu penyidik KPK, masih menunggu satu sampai dua jam ke depan, kalau tak datang juga bisa dilanjutkan atau ditunda," kata Frederick kepada wartawan di Gedung PN Jaksel, Jakarta.
"Kita berharap mereka (KPK) hadir. Jangan seperti kemarin memberikan surat panggilan dibuang begitu saja. Pengecut itu namanya. Kalau emang berani temui Polri," tambah Frederick.
Frederick mengatakan, jika sidang praperadilan calon kapolri ini ditunda, maka tetap akan dilanjutkan tiga hari ke depan.
"Akan dilanjutkan diproses dan diputuskan seadil-adilnya. Praperadilan ini bisa (dilanjutkan) kan hukum pidana perdata jadi bisa dong. Berarti kan dia sudah melepaskan haknya (kalau tidak datang). Kasusnya tetap jelas dengan alat bukti yang ada," kata dia.
Namun Frederick belum berani memastikan, apakah sidang praperadilan yang sedianya digelar pukul 9.00 WIB hingga kini pukul 11.50 WIB belum juga dimulai akan diundur atau tidak.
"Saya tidak bisa menjawab (sidang ditunda atau tidak). Itu bukan wewenang saya. Penentuan panggilan biasanya 3 hari kerja. Jadi sidang berikutnya, bisa hari Jumat atau Senin yang akan datang," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter