Suara.com - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir menjelaskan kasus dugaan kasus penganiayaan dua perwira Polri saat ada razia gabungan antara POM TNI AL dan Propam Polri di salah satu Cafe di SCBD, Jakarta Selatan, dimana salah satu oknum polisi mengacungkan pistol.
"Karena membela diri, anggota tim patroli melakukan pemukulan kepada anggota Polri yang tidak mengeluarkan identitas dirinya," kata Manahan ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Minggu (8/2/2016).
Dia menjelaskan operasi gabungan penegakan ketertiban sesuai dengan perintah Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, dimana razia tersebut oleh Puspomal, yang diikuti oleh personel gabungan berjumlah 48 orang terdiri dari Pomal, Pomau, Pomad dan Propam Polri, untuk melakukan razia ke tempat-tempat hiburan malam.
Pada saat kejadian, kata dia, di salah satu tempat hiburan dalam ruangan terdapat lima orang dan beberapa perempuan yang oleh tim dimintai identitasnya, namun tidak mau memberikan.
"Bahkan, salah seorang mengacungkan pistol. Setelah ditangkap, baru mereka mengaku anggota Polri. Kita sempat ajukan saran untuk tes urine tapi mereka nggak mau. Kita ada kok bukti-bukti, foto lengkap," jelas Manahan.
Dia menduga orang tersebut menggunakan obat karena tidak mau di tes urine. Kemudian Dir PMJ Polda Metro Jaya datang ke Puspomal untuk menjemput orang tersebut dan meminta agar foto-foto yang ada untuk dihapus dan dilakukan perdamaian dengan tidak saling menuntut.
Sebelumnya, sejumlah personel TNI AL diadukan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penganiayaan terhadap tiga perwira polisi di salah satu kafe kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
"Kami sesalkan tindakan oknum anggota TNI AL padahal anggota kami dalam rangka dinas," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Heru Pranoto, di Jakarta Minggu (8/2/2015).
Walau begitu, Pranoto mengungkapkan bahwa personel TNI AL yang diduga terlibat penganiayaan telah menyampaikan permohonan maaf saat pejabat Polda Metro Jaya mengunjungi PM AL.
Sebelumnya, tiga perwira kepolisian yaitu Khadafi, Komisaris Polisi Budi Hermanto, dan Inspektur Satu Polisi Rovan (anggota Subdit Jatanras Ditrekrimum Polda Metro Jaya) menjadi korban penganiayaan di salah satu kafe kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Jumat dini hari (6/2/2015).
Mereka ada di kafe saat tim gabungan TNI dan Provost Kepolisian Indonesia merazia kafe itu. Personel TNI dan Kepolisian Indonesia, secara aturan resmi, dilarang nongkrong di kafe, bar, atau tempat hiburan malam.
Penganiayaan terjadi saat Khadafi menanyakan pimpinan anggota gabungan yang merazia. Bahkan surat perintah tugas ketiga anggota itu diperlihatkan juga.
Karena dianggap melawan, sejumlah anggota yang merazia menganiaya Khadafi hingga luka serius.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Hujan Lebat Disertai Angin di DIY: 4 Orang Terluka Akibat Atap Ambrol dan Belasan Pohon Tumbang
-
Sentil Banyak Lulusan S3 Jadi Driver Ojol, Rocky Gerung: Negara Dikuasai 'Dealer' Bukan 'Leader'!
-
Kapolri Tegaskan Dukung Penuh Kesejahteraan Buruh: Ini Janji Listyo Sigit untuk Kaum Pekerja!
-
Geger! Trump Disebut Siap Dukung Serangan Militer Israel ke Iran Jika Negosiasi Gagal
-
Pakai NIK, Cara Mudah Cek Bansos dan Desil DTSEN
-
IHR: Ndarboy Terkejut! IHR Jateng Derby 2026 Diserbu 37.000 Penonton
-
Buron Internasional! Dua Mantan Petinggi PT Pelita Cengkareng Paper Masuk Red Notice Interpol
-
Anggota DPR Dorong 630 Ribu Guru Madrasah Diangkat PPPK Demi Keadilan Pendidikan
-
Geger Data Militer Israel, 1 Tentara IDF Disebut Berstatus WNI di Tengah 50 Ribu Personel Asing
-
Pandu Negeri Soroti Kesejahteraan Guru dari Rumah Masa Kecil Ki Hadjar Dewantara