Suara.com - Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Yotje Mende meminta Gubernur Papua Lukas Enembe menunda acara pelantikan anggota DPRD Tolikara dengan alasan keamanan di wilayah setempat.
"Demi alasan keamanan saya akan bertemu dan meminta kepada Gubernur Papua agar pelantikan anggota DPRD Tolikara ditunda," kata Yotje di Jayapura, Papua, Kamis (12/2/2015).
Kalaupun pelantikan akan tetap dilaksanakan, Yotje menyarankan agar calon anggota DPRD yang masih bermasalah, tidak dilantik dulu.
Menurut Yotje bila anggota DPRD bermasalah itu tetap dilantik bisa memicu aksi massa.
Ia menyontohkan kasus yang terjadi beberapa waktu yang lalu, terjadi aksi massa di ruas Jalan Wamena-Tolikara. Mereka memalangi jalan dengan potongan-potongan pohon. Akibatnya, puluhan kendaraan pengangkut bahan makanan, baik tujuan Tolikara maupun Mulia, Ibu Kota Kabupaten Puncak Jaya, tidak dapat melanjutkan perjalanan.
"Saat ini pemalangan sudah berhasil diatasi dengan dilakukannya pendekatan kepada masyarakat setempat yang menuntut wakil rakyat dari daerahnya tetap dilantik, karena suara yang diperoleh sudah memenuhi kouta, namun ternyata suaranya hilang sehingga tidak bisa dilantik," katanya.
Kasus hilangnya perolehan suara pada pemilukada di Tolikara beberapa waktu yang lalu sudah masuk ranah pidana sehingga saat ini kepolisian mulai menyelidiki kasus tersebut.
"Karena itulah khusus untuk DPRD Tolikara diharapkan tidak dilakukan pelantikan atau tidak melantik calon yang bermasalah," katanya.
Selain DPRD Tolikara, tercatat tujuh kabupaten lainnya yang hingga kini anggota DPRD-nya belum dilantik, seperti di Intan Jaya, Mamberamo Raya, Mimika, Paniai, Supiori, Yahukimo, dan DRPD Nduga. (Lidya Salmah)
Tag
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Terima Penghargaan KWP Award 2026, Rizki Faisal: Jarak Geografis Tak Boleh Halangi Hak Hukum Warga
-
Jakarta Waspada Ledakan Kasus ISPA, Gubernur Pramono: El Nino Mengancam hingga September!
-
Dukung Iran, Organisasi Houthi Siap Blokir Jalur Minyak Laut Merah
-
Apa Itu OSD HMT ITB? Mengenal Tradisi Musik Mahasiswa Tambang yang Sarat Lirik Mesum
-
Golkar Desak RUU Pemilu Segera Dibahas Jika Ingin Ada Perubahan: Akhir Tahun Tahapan Dimulai!
-
Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah
-
Kata Nelayan Ciliwung Soal Ikan Sapu-sapu: Jadi Hama Sekaligus Bahan Baku Cilok
-
Mendadak! Warga China Berbondong Mempelajari Sejarah Iran, Lho Ada apa?
-
Manuver Diam-diam Jepang demi Selat Hormuz, Hubungi Iran Minta Hal Ini
-
Jangan Diam! Siulan dan Chat Mesum Bisa Dipidana, Begini Cara Lapor Kekerasan Seksual Verbal