- Sekjen Partai Golkar M. Sarmuji mendesak percepatan pembahasan revisi RUU Pemilu demi menjamin kepastian hukum tahapan pemilu tahun ini.
- Tahapan rekrutmen penyelenggara pemilu pada akhir tahun 2026 memerlukan landasan undang-undang yang sudah tetap dan jelas.
- Fokus pemerintah terhadap isu ketahanan energi nasional menjadi faktor penyebab tertundanya pembahasan formal revisi undang-undang pemilu tersebut.
Suara.com - Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menekankan pentingnya percepatan pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu jika memang diputuskan akan ada perubahan.
Menurutnya, kepastian payung hukum sangat krusial mengingat tahapan Pemilu sudah akan dimulai pada akhir tahun ini.
Sarmuji menjelaskan, bahwa salah satu tahapan awal yang mendesak adalah rekrutmen penyelenggara pemilu, yang tentu saja membutuhkan landasan undang-undang yang sudah tetap.
“Ya kalau dari sisi kami, kalau memang mau ada perubahan ini ya, kalau mau ada perubahan ya sebaiknya memang segera dimulai pembahasannya,” ujar Sarmuji di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (16/4/2026).
Karena tahapan pemilu itu seharusnya sudah dimulai pada akhir tahun ini, yaitu tahapan untuk merekrut penyelenggara pemilu. Ya, kan enggak mungkin dilakukan rekrutmen penyelenggara pemilu tanpa undang-undangnya selesai
Terkait sikap resmi partai, Sarmuji menegaskan bahwa Golkar berada dalam posisi yang fleksibel.
Meski demikian, pihaknya tetap menginginkan adanya penyempurnaan agar kualitas demokrasi semakin baik.
“Bagi Golkar sih, kita siap saja, nggak diubah juga nggak apa-apa, diubah juga bagus. Tapi tentu saja kita berharap ada penyempurnaan-penyempurnaan untuk undang-undang pemilu ini,” kata dia.
Sarmuji juga memperingatkan konsekuensi jika pembahasan RUU Pemilu tidak rampung tahun ini namun perubahan tetap dipaksakan. Hal tersebut berpotensi mengganggu jadwal tahapan pemilu yang sudah direncanakan.
Baca Juga: Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!
“Sebaiknya kalau memang mau dilakukan perubahan. Karena tadi tahapannya kan harus segera berjalan ya," kata dia.
"Tapi andaipun nggak tahun ini, berarti akan ada pemampatan, akan ada jadwal yang mungkin diubah dalam proses tahapan pemilu. Mungkin saja akan ada yang dipersingkat, disesuaikan dengan undang-undang pemilu yang nanti akan dibahas ya,” jelasnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai alasan belum dimulainya pembahasan secara formal meski Komisi II sudah menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), Sarmuji menilai ada prioritas nasional lain yang sedang menyita perhatian pemerintah dan parlemen. Salah satunya adalah isu ketahanan energi.
“Ya tentu banyak pertimbangan ya, pertimbangan kebangsaan juga pasti menjadi salah satu faktor. Kita sekarang lagi menghadapi masalah yang tidak mudah, ada ketahanan energi yang harus diamankan sehingga harus fokus ke sana. Bisa jadi hal-hal itu menjadi pertimbangan,” paparnya.
Sarmuji menyatakan pihaknya akan terus melakukan analisis mendalam mengenai seberapa mendesak pembahasan ini harus segera dilakukan. Namun, secara prinsip, Fraksi Golkar mendorong efisiensi waktu.
“Tetapi ya nanti kita akan lihat, kita analisis seberapa urgent untuk segera dilakukan pembahasan. Tapi kalau dari Fraksi Partai Golkar memang kalau mau diubah sebaiknya segera dilakukan pembahasan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti
-
Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!
-
Bahlil Mohon Maaf ke Kader Golkar Sering 'Slow Respons', Ngaku Kurang Tidur Akibat Geopolitik
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Dukung Iran, Organisasi Houthi Siap Blokir Jalur Minyak Laut Merah
-
Apa Itu OSD HMT ITB? Mengenal Tradisi Musik Mahasiswa Tambang yang Sarat Lirik Mesum
-
Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah
-
Kata Nelayan Ciliwung Soal Ikan Sapu-sapu: Jadi Hama Sekaligus Bahan Baku Cilok
-
Mendadak! Warga China Berbondong Mempelajari Sejarah Iran, Lho Ada apa?
-
Manuver Diam-diam Jepang demi Selat Hormuz, Hubungi Iran Minta Hal Ini
-
Jangan Diam! Siulan dan Chat Mesum Bisa Dipidana, Begini Cara Lapor Kekerasan Seksual Verbal
-
Yasonna Laoly Minta Warga Berani Lapor Pelecehan Seksual, Termasuk yang Verbal
-
Bantu Zarof Ricar Cuci Uang, Produser Film Sang Pengadil Agung Winarno Resmi Tersangka
-
Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi