- Menlu Iran Abbas Araghchi berdiskusi dengan Menlu Jepang Toshimitsu Motegi terkait stabilitas keamanan di Selat Hormuz pada 16 April 2026.
- Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir tiba di Teheran membawa misi perundingan antara Iran dan Amerika Serikat guna meredakan ketegangan.
- Pemerintah Iran mengonfirmasi komunikasi tidak langsung dengan Amerika Serikat yang difasilitasi oleh Pakistan untuk merancang kerangka negosiasi baru di masa depan.
Suara.com - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan pembicaraan via telepon dengan Menlu Jepang Toshimitsu Motegi, Rabu (16/4/2026) waktu setempat.
Keduanya membahas situasi kawasan, hubungan bilateral, serta dampak keamanan di Selat Hormuz.
Dilansir dari Tasnim News, Araghchi menyoroti konsekuensi dari aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Araghchi menilai ketegangan itu telah mengganggu jalur pelayaran strategis dan berdampak pada stabilitas ekonomi global.
Araghchi menegaskan bahwa ketidakamanan di Selat Hormuz merupakan dampak langsung dari konflik yang dipaksakan.
“Situasi ini membutuhkan pendekatan yang bertanggung jawab dari semua negara untuk mencegah eskalasi lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Motegi menyampaikan keprihatinan atas kondisi yang berkembang di kawasan tersebut.
Jepang juga menyatakan kesiapan untuk berperan dalam meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas jalur perdagangan internasional.
Sementara itu, panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir tiba di Teheran dengan membawa misi penting dari Amerika Serikat.
Baca Juga: Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi
Kunjungan ini bertujuan membuka jalan bagi putaran baru perundingan antara Iran dan AS.
Menurut laporan media Iran, kunjungan ini fokus pada penyampaian pesan Washington kepada Teheran.
Selain itu, kedua pihak juga akan merancang kerangka negosiasi berikutnya yang berpotensi kembali digelar dalam waktu dekat.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei sebelumnya mengonfirmasi kedatangan delegasi Pakistan.
Esmail menegaskan bahwa komunikasi tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat masih terus berlangsung.
Peran Pakistan dinilai semakin strategis sebagai mediator antara Teheran dan Washington.
Berita Terkait
-
Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi
-
Panas! Kapal Perusak Angkatan Laut AS Cegat Tanker Berbendera Iran yang Mau Menghindari Blokade
-
Timnas Iran Tegaskan Tetap Main di Piala Dunia 2026, Skenario Playoff Darurat Batal
-
Sinopsis Mukunaru Shonin, Drama Hukum Jepang Dibintangi Karasawa Toshiaki
-
Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Mendadak! Warga China Berbondong Mempelajari Sejarah Iran, Lho Ada apa?
-
Jangan Diam! Siulan dan Chat Mesum Bisa Dipidana, Begini Cara Lapor Kekerasan Seksual Verbal
-
Yasonna Laoly Minta Warga Berani Lapor Pelecehan Seksual, Termasuk yang Verbal
-
Bantu Zarof Ricar Cuci Uang, Produser Film Sang Pengadil Agung Winarno Resmi Tersangka
-
Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi
-
Wajah Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Masih Misteri, TNI: Lihat Saja Nanti di Sidang!
-
Panas! Kapal Perusak Angkatan Laut AS Cegat Tanker Berbendera Iran yang Mau Menghindari Blokade
-
Kapuspen TNI: Sidang Kasus Andrie Yunus Akan Terbuka, Kita Sampaikan Secara Profesional
-
Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?
-
Dugaan Pelecehan 5 Santri Syekh Ahmad Al Misry, DPR Desak Polri Gandeng Interpol Seret SAM ke RI