News / Internasional
Kamis, 16 April 2026 | 16:00 WIB
Ilustrasi Selat Hormuz [Suara.com/AI-HD]
Baca 10 detik
  • Menlu Iran Abbas Araghchi berdiskusi dengan Menlu Jepang Toshimitsu Motegi terkait stabilitas keamanan di Selat Hormuz pada 16 April 2026.
  • Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir tiba di Teheran membawa misi perundingan antara Iran dan Amerika Serikat guna meredakan ketegangan.
  • Pemerintah Iran mengonfirmasi komunikasi tidak langsung dengan Amerika Serikat yang difasilitasi oleh Pakistan untuk merancang kerangka negosiasi baru di masa depan.

Suara.com - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan pembicaraan via telepon dengan Menlu Jepang Toshimitsu Motegi, Rabu (16/4/2026) waktu setempat.

Keduanya membahas situasi kawasan, hubungan bilateral, serta dampak keamanan di Selat Hormuz.

Dilansir dari Tasnim News, Araghchi menyoroti konsekuensi dari aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Araghchi menilai ketegangan itu telah mengganggu jalur pelayaran strategis dan berdampak pada stabilitas ekonomi global.

Araghchi menegaskan bahwa ketidakamanan di Selat Hormuz merupakan dampak langsung dari konflik yang dipaksakan.

“Situasi ini membutuhkan pendekatan yang bertanggung jawab dari semua negara untuk mencegah eskalasi lebih lanjut,” ujarnya.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat setelah negosiasi tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. [Tangkap layar X]

Sementara itu, Motegi menyampaikan keprihatinan atas kondisi yang berkembang di kawasan tersebut.

Jepang juga menyatakan kesiapan untuk berperan dalam meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas jalur perdagangan internasional.

Sementara itu, panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir tiba di Teheran dengan membawa misi penting dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi

Kunjungan ini bertujuan membuka jalan bagi putaran baru perundingan antara Iran dan AS.

Menurut laporan media Iran, kunjungan ini fokus pada penyampaian pesan Washington kepada Teheran.

Selain itu, kedua pihak juga akan merancang kerangka negosiasi berikutnya yang berpotensi kembali digelar dalam waktu dekat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei sebelumnya mengonfirmasi kedatangan delegasi Pakistan.

Esmail menegaskan bahwa komunikasi tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat masih terus berlangsung.

Peran Pakistan dinilai semakin strategis sebagai mediator antara Teheran dan Washington.

Load More