News / Internasional
Kamis, 16 April 2026 | 16:27 WIB
Pendukung kelompok Houthi di Yaman turun ke jalan untuk rayakan gencatan senjata. (ANTARA)
Baca 10 detik
  • Kelompok Houthi di Yaman berpotensi memblokir jalur minyak Laut Merah sebagai bentuk dukungan strategis bagi Iran.
  • Laporan CNN pada Kamis (16/4) menyebutkan langkah ini merespons tekanan Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz.
  • Penutupan jalur krusial tersebut diprediksi akan memicu lonjakan harga energi serta gangguan distribusi perdagangan global.

Suara.com - Kelompok Houthi di Yaman dilaporkan berpotensi memblokir jalur transportasi minyak melalui Laut Merah.

Laporan ini diungkap oleh CNN Internasional, Kamis (16/4). Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa langkah itu bisa dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Iran di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat di Selat Hormuz.

“Situasi ini menempatkan Iran dalam posisi sulit dengan pilihan-pilihan strategis yang kompleks,” tulis CNN dalam laporannya.

Jika skenario penutupan jalur Laut Merah benar terjadi, dampaknya diperkirakan tidak hanya regional.

Gangguan distribusi minyak berpotensi memicu lonjakan harga energi dan tekanan besar pada rantai pasok global.

Para analis memperingatkan, eskalasi di Laut Merah bisa menjadi titik kritis baru dalam konflik geopolitik kawasan Timur Tengah.

Iran melontarkan ancaman serius terhadap jalur perdagangan global dengan menyatakan siap menutup akses pelayaran di Teluk Persia, Laut Oman, hingga Laut Merah. [farsnews]

Terlebih, jalur ini merupakan penghubung vital antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez.

Sebelumnya, Iran melontarkan ancaman serius terhadap jalur perdagangan global dengan menyatakan siap menutup akses pelayaran di Teluk Persia, Laut Oman, hingga Laut Merah.

Pernyataan keras itu disampaikan Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi.

Baca Juga: Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah

Pernyataan keras itu disampaikan Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi.

Laporan Al Jazeera menyebut, skenario terburuk adalah jika ketegangan meluas hingga menutup Selat Bab el-Mandeb, pintu utama menuju Laut Merah.

Penutupan jalur ini berpotensi melumpuhkan perdagangan antara Asia dan Eropa.

Analis strategi kawasan, Soheib Al-Assa, memperingatkan dampak besar jika dua jalur kunci, Hormuz dan Bab el-Mandeb terganggu bersamaan.

“Ini bukan sekadar krisis regional, tetapi bisa menjadi krisis ekonomi global,” ujarnya.

Load More