- Kelompok Houthi di Yaman berpotensi memblokir jalur minyak Laut Merah sebagai bentuk dukungan strategis bagi Iran.
- Laporan CNN pada Kamis (16/4) menyebutkan langkah ini merespons tekanan Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz.
- Penutupan jalur krusial tersebut diprediksi akan memicu lonjakan harga energi serta gangguan distribusi perdagangan global.
Suara.com - Kelompok Houthi di Yaman dilaporkan berpotensi memblokir jalur transportasi minyak melalui Laut Merah.
Laporan ini diungkap oleh CNN Internasional, Kamis (16/4). Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa langkah itu bisa dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Iran di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat di Selat Hormuz.
“Situasi ini menempatkan Iran dalam posisi sulit dengan pilihan-pilihan strategis yang kompleks,” tulis CNN dalam laporannya.
Jika skenario penutupan jalur Laut Merah benar terjadi, dampaknya diperkirakan tidak hanya regional.
Gangguan distribusi minyak berpotensi memicu lonjakan harga energi dan tekanan besar pada rantai pasok global.
Para analis memperingatkan, eskalasi di Laut Merah bisa menjadi titik kritis baru dalam konflik geopolitik kawasan Timur Tengah.
Terlebih, jalur ini merupakan penghubung vital antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez.
Sebelumnya, Iran melontarkan ancaman serius terhadap jalur perdagangan global dengan menyatakan siap menutup akses pelayaran di Teluk Persia, Laut Oman, hingga Laut Merah.
Pernyataan keras itu disampaikan Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi.
Baca Juga: Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah
Pernyataan keras itu disampaikan Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi.
Laporan Al Jazeera menyebut, skenario terburuk adalah jika ketegangan meluas hingga menutup Selat Bab el-Mandeb, pintu utama menuju Laut Merah.
Penutupan jalur ini berpotensi melumpuhkan perdagangan antara Asia dan Eropa.
Analis strategi kawasan, Soheib Al-Assa, memperingatkan dampak besar jika dua jalur kunci, Hormuz dan Bab el-Mandeb terganggu bersamaan.
“Ini bukan sekadar krisis regional, tetapi bisa menjadi krisis ekonomi global,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah
-
Mendadak! Warga China Berbondong Mempelajari Sejarah Iran, Lho Ada apa?
-
Manuver Diam-diam Jepang demi Selat Hormuz, Hubungi Iran Minta Hal Ini
-
Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi
-
Panas! Kapal Perusak Angkatan Laut AS Cegat Tanker Berbendera Iran yang Mau Menghindari Blokade
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
D.O. EXO Diincar jadi Pemeran Utama Drama Zombie Unik We Are the Zombies
-
Dokter Tifa Optimis Eksepsi Diterima Hakim: Allah Bersama dengan Kami
-
Selat Hormuz Diwarnai Perang Besar AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam!
-
Jangan Buang Minyak Bekas ke Wastafel! Ini Dampaknya
-
'Penyakit Mematikan' Argentina: Mengapa Inggris dan Lawan Lainnya Selalu Runtuh di Menit Akhir?
-
Wajah Oval Berhijab Makin Cantik dengan 5 Model Kacamata Ini, Anti Pusing dan Tetap Stylish!
-
ITS Uji Coba Traktor Perahu Listrik, Jawab Tantangan Bertani di Lahan Gambut
-
Plot Twist Film Forgotten Ternyata Lebih Gelap dari Sekadar soal Penculikan
-
Ekspor Kopi RI Mau Digenjot 2,5 Kali Lipat, Target Rp100 Triliun!
-
Warga Agam Diduga Jadi Korban Penyekapan di Myanmar dan Memohon Pulang