Suara.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional periode 2010-2015 Hatta Rajasa menyampaikan klarifikasi atas pernyataan Amien Rais yang menyebutkan Hatta berbohong tentang pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di rumah Surya Paloh pada 1 September 2014.
"Saya bertemu Pak Jokowi saat itu untuk mengucapkan selamat," kata Hatta Rajasa, Minggu (1/3/2015).
Hatta Rajasa menjelaskan sebagai calon wakil presiden yang menjadi pasangan calon presiden Prabowo Subianto ketika itu, setelah mendengar keputusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan pemenang pemilu presiden 2014 adalah pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, dirinya mengucapkan selamat sebagai bentuk etika dan sikap ksatria.
Setelah pertemuan itu, menurut Hatta, ia segera melaporkan hasilnya ke Koalisi Merah Putih.
"Respons teman-teman di KMP pada saat itu, mereka membenarkan langkah saya mengucapkan selamat kepada Pak Jokowi. Indikasinya adalah para elit KMP juga melakukan hal yang sama. Hal terpenting, saya tidak sendirian dalam pertemuan tersebut, tapi bersama dengan Zulkifli Hasan dan Edy Yosfi," katanya.
Hatta menjelaskan tidak pernah menyembunyikan apapun atas pertemuan itu.
Mantan Menko Perekonomian ini menjelaskan, setelah pertemuan itu dirinya dan Presiden terpilih Joko Widodo ditanya para wartawan.
"Saat itu, saya menegaskan, hanya mengucapkan selamat, tidak ada deal apapun. Hal itu juga dibenarkan oleh Pak Jokowi yang menyatakan bahwa saya datang hanya untuk memberikan ucapan selamat. Berita itu sudah dimuat di banyak media," katanya.
Dari klarifikasi yang disampaikan Hatta Rajasa, banyak wartawan yang kemudian mempertanyakan ada apa di balik pernyataan menyerang dari Ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN Amien Rais kepada Hatta.
Namun, Hatta enggan memberikan penjelasan dan menjadikan serangan Amien Rais sebagai polemik.
Hatta justru meminta media massa untuk tidak ikut memanas-manasi suasana.
Hatta juga meminta para pendukungnya untuk tetap tenang, menjaga kedamaian kongres, sehingga bisa berjalan lancar.
Ketua MPP PAN, saat memberikan sambutan di panggung kongres, memberikan pernyataan yang di antaranya menyerang Hatta.
Hatta merupakan salah satu calon kuat ketua umum PAN periode 2015-2020 dan bersaing ketat dengan Zulkifli Hasan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF