Suara.com - Pengamat ekonomi Suyono Saputro mengatakan kondisi rupiah yang terus melemah hingga menyentuh angka Rp13 ribu per dolar Amerika bisa menekan industri di Batam, Kepulauan Riau. Di sana kebutuhan impornya masih besar.
"Pelemahan rupiah memang positif untuk menggenjot ekspor dan menyempitkan defisit neraca perdagangan. Namun bila depresiasi rupiah dalam waktu yang lama bisa menyulitkan dunia usaha, maka dampaknya malah menekan pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepri. Pelemahan rupiah menekan industri Batam," kata dosen Universitas Putera Batam itu di Batam, Selasa (3/3/2015).
Perusahaan yang membeli bahan baku menggunakan dolar AS, kata dia, tentu akan merasakan dampak pelemahan rupiah ini. Seba beban usaha meningkat.
"Perusahaan yang masih membutuhkan impor sebagai bahan bakunya akan mengalami perubahan margin biaya belanja perusahaan dalam struktur biaya," kata Suyono.
Meski begitu, untuk sejumlah pembelian bahan baku seperti gas oleh PT PLN Batam belum akan berpengaruh terhadap biaya belanja perseroan dengan catatan dampak pelemahan rupiah dalam jangka waktu pendek.
"Apalagi harga gas yang dibeli dalam dolar sudah dipatok pada rate tertentu dengan jangka waktu tertentu dengan penjual gas. Jadi tidak berpengaruh," kata dia.
Namun ia menyatakan yang harus diwaspadai adalah jika Indonesia mengindikasikan toleransi pelemahan dalam waktu yang lama.
"Jika toleransi terlalu lama akan mempengaruhi seluruh struktur ekonomi yang dimulai dengan kenaikan suku bunga acuan BI sebagai reaksi mengimbangi pelemahan rupiah," kata Suyono.
Hal tersebut, kata dia, akan berdampak pada pembiayaan sektor riil jadi melambat kemudian diikuti pelemahan konsumsi masyarakat. "Dampaknya juga merambat ke penurunan konsumen properti dan kelesuan sektor konstruksi. Bisa dibayangkan besarnya dampak dari pelemahan rupiah ini jika terjadi dalam waktu yang lama," kata dia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci