- Sindikat judi online internasional melibatkan ratusan warga negara asing digerebek di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pada Sabtu (9/5/2026).
- Anggota DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, mendesak aparat menyelidiki hingga tuntas seluruh jaringan serta dalang di balik sindikat tersebut.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta memperketat sistem pengawasan wilayah guna mencegah gedung perkantoran dijadikan sarang aktivitas kejahatan digital internasional.
Suara.com - Terungkapnya sindikat judi online internasional yang melibatkan ratusan warga negara asing (WNA) di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pada Sabtu (9/5/2026), mengundang respons keras dari kalangan legislatif ibu kota.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu, menyebut kasus ini sebagai peringatan serius bagi keamanan Jakarta.
"Kalau benar ada ratusan WNA yang bisa beroperasi dari gedung perkantoran di jantung kota, ini bukan lagi sekadar kasus judi online biasa, tapi sudah menyangkut keamanan kota, pengawasan orang asing, tata kelola gedung, dan kejahatan siber lintas negara," ujar Kevin kepada Suara.com, Senin (11/5/2026).
Kevin mengingatkan bahwa tujuan Jakarta menjadi kota global tidak boleh menjadi celah bagi sindikat kejahatan internasional untuk beroperasi secara leluasa.
"Jakarta sedang bicara besar soal kota global. Tapi kota global tidak boleh berubah menjadi tempat aman bagi sindikat internasional untuk menjalankan bisnis ilegal. Jangan sampai gedung perkantoran legal di Jakarta dipakai sebagai 'pabrik kejahatan digital'," tegasnya.
Politikus PSI itu mendorong agar penyidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan, melainkan menelusuri seluruh jaringan hingga ke akar permasalahan.
"Harus dibongkar siapa pengendalinya, siapa penyandang dananya, bagaimana aliran uangnya, bagaimana mereka bisa menyewa dan beroperasi, serta apakah ada kelalaian dari pihak-pihak yang seharusnya melakukan pengawasan. Pengelola gedung juga harus dimintai keterangan secara serius, karena kegiatan sebesar ini tidak mungkin berlangsung tanpa tanda-tanda aktivitas yang mencurigakan," tutur Kevin.
Kevin juga meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan wilayah.
"Pemprov, Pemkot, aparat kewilayahan, Satpol PP, Kesbangpol, Imigrasi, dan kepolisian harus memperkuat deteksi dini di gedung perkantoran, apartemen, rumah sewa, dan lokasi-lokasi yang berpotensi dipakai untuk aktivitas ilegal. Jangan hanya reaktif setelah digerebek, tapi harus ada sistem pencegahan," harapnya.
Baca Juga: DPR Apresiasi Bareskrim di Kasus Judi Online Internasional, Minta Jaringan Lain Dibongkar
Lebih jauh, Kevin menegaskan bahwa dampak judi online jauh melampaui kerugian individual dan menjangkau dimensi sosial yang lebih luas.
"Jakarta harus ramah bagi investasi yang sehat, tapi tidak boleh ramah bagi mafia judi online," ucapnya.
Sebagai anggota Komisi A yang membidangi urusan pemerintahan dan keamanan, Kevin berjanji akan mendorong isu ini masuk ke agenda pengawasan DPRD secara serius.
"Terutama terkait koordinasi keamanan wilayah, pendataan orang asing, perizinan, dan kewaspadaan dini masyarakat," pungkasnya.
Berita Terkait
-
DPR Apresiasi Bareskrim di Kasus Judi Online Internasional, Minta Jaringan Lain Dibongkar
-
Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia
-
Markas Judol Internasional di Jakarta Digerebek, 320 WNA Diamankan
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT