Suara.com - Kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali mengunggah foto tentang eksekusi yang dilakukan kepada sandera. Kali ini, ISIS melakukan eksekusi dengan cara yang lebih sadis dibandingkan sebelumnya.
Dalam gambar yang beredar di dunia maya itu, sejumlah tahanan ditutup matanya dan dipaksa untuk berlutut. Sementara, anggota ISIS berdiri di belakang mereka.
Gambar lainnya memperlihatkan kamera yang dipasang di senjata anggota ISIS itu. Dari kamera itu bisa terlihat gambar dari eksekusi dari jarak dekat. Apa yang dilakukan ISIS itu mirip dengan video game.
Penyebaran gambar ini merupakan salah satu upaya ISIS untuk menarik anak-anak muda dari Barat untuk bergabung dengan mereka. Foto anggota ISIS yang menembak tahanannya dari jarak dekat itu disebarluaskan oleh media Arab yang mendukung aksi kelompok radikal tersebut.
Tidak disebutkan siapa tahanan yang dieksekusi itu. Namun, mereka menggunakan baju yang biasa digunakan oleh warga Barat. Dengan adanya kamera di salah satu senapan, adegan peluru menembus kepala tahanan bisa terlihat dengan jelas.
Gambar lainnya memperlihatkan lima tahanan yang sudah tergeletak di tanah dengan darah yang berceceran di sekitarnya. Sementara itu, para pendukung ISIS ada yang mengangkat tangan ke udara sebagai simbol dukungan. (Dailymail)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Kronologi Habib Bahar Jadi Tersangka: Dijerat Pasal Berlapis, Dijadwalkan Diperiksa 4 Februari
-
Berawal dari Ingin Salaman, Anggota Banser Diduga Dikeroyok: Habib Bahar Kini Resmi Jadi Tersangka
-
Teriakan Histeris di Sungai Tamiang: 7 Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Hanyut di Aceh
-
Industri Kesehatan 2026: Ketika Kualitas Jadi Satu-Satunya Alasan Pasien Untuk Bertahan
-
Dua Hari, Lima Bencana Beruntun: BNPB Catat Longsor hingga Karhutla di Sejumlah Daerah
-
Polri Akan Terbitkan Red Notice Buron Kasus Chromebook Jurist Tan, Lokasinya Sudah Dipetakan
-
Babak Baru Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid
-
Resmi! Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
-
Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza