Suara.com - Pelaksanaan kejuaraan sepak takraw internasional Super Series rencananya digelar di Pekanbaru, Riau, 19-23 Maret 2015 terancam batal. Ada kemungkinan kejuaraan akan dipindahkan ke negara lain akibat ketidaksiapan panitia.
"Ketua Umum PB PSTI beberapa hari lalu memang telah berkunjung ke Riau. Hasil pantauannya di lapangan ternyata belum terlihat persiapan yang maksimal dari panitia lokal," jelas Ketua Bidang Pelatihan dan Pertandingan PB PSTI, Saleh Gottang, Senin (9/3).
Melihat kondisi yang terjadi, peluang untuk tetap digelar akan lebih sulit. Apalagi waktu pelaksanaan yang tinggal beberapa hari kedepan.
Menurut Saleh, peralatan pertandingan yang akan digunakan tersebut pada dasarnya sudah tiba di Riau. Hanya belum bisa dimaksimalkan karena tidak siapnya panitia lokal untuk melaksanakan kejuaraan internasional tersebut.
"Kami semua tentu tetap berharap bisa dilaksanakan sesuai rencana. Namun berdasarkan pantauan PB di lapangan maka kemungkinan memang sulit terwujud," katanya.
Penunjukan Riau sebelumnya dilakukan berdasarkan kesiapan prasarana di daerah tersebut. Komitmen dan dukungan pemerintah setempat juga menjadi alasan sehingga mempercayakan dilaksanakan di Riau.
Alasan lain karena sebagai pengganti setelah Riau yang sebelumnya direncanakan menggelar kejuaraan Islamic Solidarity Games ternyata batal setelah dipindahkan ke Sumatera Selatan meski sudah menyusun kepanitiaan.
"Saya kira gubernur Riau sejak awal memang menunjukkan komitmennya menyukseskan agenda ini. Hanya saja yang jadi persoalan karena panitia di sana yang saya kira memang tidak serius," ujarnya.
Kejuaraan yang memasuki seri III itu sebelumnya direncanakan dihadiri sebanyak 10 negara di antaranya Korea Selatan, Jepang, China, Thailand, Myanmar, Malaysia, termasuk Indonesia.
Kejuaraan Super series merupakan ajang yang dilaksanakan sebanyak lima kali. Adapun untuk penentuan juara dinilai berdasarkan jumlah poin yang diraih setiap tim selama pelaksanaan selama semusim. (Antara)
Berita Terkait
-
Putra Tri Ramadani Ukir Sejarah, Jadi Atlet Indonesia Pertama Juara Lead di World Climbing Series
-
310 Warga Riau Ikut Operasi Katarak Gratis, Kolaborasi Polda dan Lintas Sektor Hadirkan Harapan Baru
-
Selain Anak Bupati, Kasus Narkoba di Riau Juga Rupanya Menjerat Seorang Selebgram Berhijab
-
BNN Bebaskan Anak Bupati yang Positif Ganja karena Cuma Terpapar, Netizen: Capek Dibodohi Terus
-
Monopoli Listrik Tapi Pelayanan Amburadul, Masih Pantaskah Dirut PLN Mempertahankan Jabatan?
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Daftar Bansos Kini Tak Bisa Asal, Kemensos Bisa Cek Kendaraan, Listrik hingga Aset Tanah
-
Pramono Minta Daerah Penyangga Ikut Tanggung Beban Transjabodetabek, Minimal Benahi Halte
-
Bukan Hanya Soal Suhu: Apa yang Membuat Hutan Bumi Menyerap Lebih Banyak Karbon?
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan
-
Segera Lepas Dolar Anda! Dasco Wanti-wanti Agar Tak Rugi Minggu Depan
-
Disperindag Gelar WIITEX 2026: Perkuat Posisi Produk Teh, Kopi, dan Kakao Jabar di Pasar Global
-
Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
-
Mengapa Krisis Iklim Tak Selesai Saat Dunia Capai Net-Zero Emission? Studi Ungkap Penjelasannya
-
504 Kepala Daerah Korup Sejak 2005, Mengapa Dana Banpol Tak Mampu Memperbaiki Kualitas Politik?
-
Menaker Serahkan Dokumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO, Wujudkan Pesan Presiden Prabowo