Suara.com - Usai menghadiri acara peluncuran logo 70 tahun Indonesia merdeka dan pencanangan gerakan "Ayo Kerja," Presiden Joko Widodo bersama rombongan meninjau waduk Paya Seunara. Kedatangan Jokowi di waduk telah ditunggu ratusan warga.
Saat mobil yang ditumpangi Jokowo memasuki kawasan Embung, masyarakat yang telah menunggu sejak pagi melambaikan tangan dan meminta agar Presiden turun sebentar agar warga bisa menjabat tangan Jokowi.
"Pak Jokowi, salaman Pak," ujar salah seorang warga.
Dari dalam mobil, Presiden Jokowi melambaikan tangan sembari melemparkan senyum kepada masyarakat yang telah memadati pintu masuk Embung Paya Seunara.
Usai melihat lokasi Embung, Presiden yang didampingi Gubernur Aceh, Wali Kota Sabang, Wali Kota Banda Aceh, tanya jawab dengan awak media.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menjelaskan pembangunan waduk awalnya sedikit bermasalah. Namun, setelah berdialog dengan masyarakat, masalah bisa diatasi. Penyelesaian proyek waduk ditarget selesai akhir tahun ini.
“Waduk ini telah dikerjakan sejak tahun 2001 hingga 2006. Namun, karena ada gempa, dan terjadi kebocoran, Embung ini diperbaiki lagi. Namun masih juga menyisakan masalah, tidak bisa ditutup karena ada sekitar 200-an KK yang belum dibebaskan. Tapi, tadi setelah bertemu dengan masyarakat ternyata tidak ada masalah. Pak Gubernur dan Pak Wali Kota, sudah tidak ada masalah lagi. Tahun ini harus rampung, harus diselesaikan,” kata Jokowi.
Saat didesak oleh awak media tentang anggaran yang akan digunakan untuk menyelesaikan Embung tersebut Jokowi enggan menjelaskan secara rinci.
“Pokoknya ada anggarannya,” kata Jokowi.
“Dari mana anggarannya Pak, APBN atau APBA?,” kata wartawa. “Anggaran pemerintah,” jawab Jokowi disambut tawa.
Untuk diketahui, Embung Paya Seunara adalah sarana penampungan air yang sangat dibutuhkan masyarakat Kota Sabang. Embung ini nantinya akan mampu menyediakan air baku sebanyak 125 liter per detik. Selain itu, juga akan berguna untuk pengembangan pariwisata air dan perikanan darat.
Usai wawancara, Presiden menyempatkan diri untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Presiden membagikan buku tulis dan baju kepada anak-anak.
Antusiasme anak-anak dan orang tuanya tidak berlangsung lama karena Presiden harus melanjutkan perjalanan ke lokasi pembangunan Dermaga CT-3 Badan Pengusahaan Kawasan Sabang.
Tiba di terminal CT-3 Presiden mendapatkan penjelasan secara terperinci tentang kondisi dan hal-hal terkait dengan penggunaan pelabuhan tersebut dari Fauzi Husein selaku Kepala BPKS.
Usai mendengarkan penjelasan dari Kepala BPKS, Presiden kembali bertemu dengan masyarakat yang telah menunggu di luar pagar Dermaga BPKS. Presiden kembali membagikan buku tulis dan baju kepada anak-anak. Presiden juga melayani beberapa masyarakat yang ingin berfoto bersama dan berjabat tangan. [Alfiansyah Ocxie]
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang
-
Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara
-
Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!