Suara.com - Pengerjaan proyek mass rapid transit atau MRT sudah direncanakan begitu lama. Proyek baru dimulai di zaman Joko Widodo masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Setelah Jokowi terpilih menjadi Presiden RI, proyek yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan Ibu Kota tersebut dilanjutkan pengganti Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Saat ini, proyek pendukung pengadaan transportasi massal tersebut sedang dikebut agar masalah kemacetan Ibu Kota sedikit berkurang.
Salah satu titik proyek berada di sepanjang Jalan Sudirman - Thamrin. Seng-seng tinggi dipasang di sisi-sisi bagian tengah jalan. Seng-seng itu untuk membatasi lokasi proyek dengan jalur kendaraan.
Di dalam area yang dibatasi seng, terdapat ratusan orang yang bekerja siang malam. Alat-alat berat, seperti eskavator dan kendaraan pemasang paku bumi, menderu-deru. Truk-truk besar hilir mudik mengangkut material.
Arum, salah satu pekerja, bercerita suka duka bekerja di proyek tersebut. Ia mengaku semula tidak pernah berniat untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan berat, seperti di proyek ini.
Tapi, kata dia, karena terdesak ekonomi, Arum pun menerjuninya, meskipun awalnya tidak tahu banyak soal pekerjaan tersebut.
"Saya itu nggak pernah nyangka bisa bekerja di proyek semacam ini, ini kan pekerjaannya sangat berat ya, tapi akhirnya tertarik juga dan sekarang malah senang," kata Arum saat ditemui di depan Blok M Plaza, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2015).
Tugas Arum sehari-hari ialah membantu bagian pengecoran tiang pancang.
"Saya sebagai pengecor tiang yang dalamnya sekitar 60-70 meter, tapi itu, kan tinggal masukin tiangnya saja, karena sudah jadi, sementara lubangnya itu dibor," katanya.
Awalnya ia hanya mengikuti perintah atasan maupun teman-teman yang sudah berpengalaman. Setelah sekitar lima bulan bekerja, dia mendapatkan pelatihan khusus dari kepala proyek yang berasal dari Jepang.
Sekarang, kata lelaki asal Karawang tersebut, sudah bisa mengikuti irama kerja.
"Memang sangat berat ya, meskipun begitu cukuplah gajinya," kata Arum. Ia mengaku sebulan gajinya mencapai Rp4 juta.
Arum menambahkan masing-masing pekerja memiliki bidang masing-masing.
Arum memperkirakan proyek MRT ini akan berakhir sekitar tahun 2020.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Dua Periode, Zulhas: Realisasikan Program 5 Tahun Nggak Cukup
-
KPAI Ingatkan Bahaya Grooming Berkedok Konten, Desak RUU Pengasuhan Anak Segera Disahkan!
-
Wabup Klaten Benny Wafat di Usia 33 Tahun, Sudaryono: Kepergiannya Kehilangan Besar Bagi Gerindra
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
-
Program Makan Bergizi Tetap Jalan Selama Ramadan, BGN Siapkan Empat Skema Pelayanan Ini!
-
Optimalkan Rp500 Triliun, Prabowo Segera Resmikan Lembaga Pengelolaan Dana Umat
-
Prabowo Siapkan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung MUI hingga Ormas Islam, Dibangun 40 Lantai!
-
Ditjenpas Pindahkan 241 Napi High Risk ke Nusakambangan, Total Tembus 2.189 Orang!
-
Jelang Bulan Suci, Prabowo Ajak Umat Berdoa Agar Indonesia Dijauhkan dari Perpecahan
-
Bersenjata Tajam di Jam Rawan, Remaja Diamankan Patroli Gabungan di Matraman