Suara.com - Anggota Komisi Kepolisian Nasional Logan Siagian mendukung sikap penyidik di Bareskrim yang melayangkan somasi ke Komnas HAM yang menyampaikan sikapnya ke media massa soal proses penangkapan Bambang Widjojanto yang dianggap melanggar HAM
Menurutnya, somasi itu dianggap wajar karena penyidik Bareskrim yang tersinggung atas langkah Komnas HAM.
"Harusnya Komnas HAM sebagai komisi nasional jangan seperti itu keluarkan pernyataan sembarang karena mereka bukan LSM. Mereka harusnya ngerti bahwa itu kewenangan penyidik Polri, bahkan kalau dilihat dari pertimbangan bisa saja diborgol. Dan itu tidak melanggar HAM," katanya usai bertemu dengan Polda Papua dan para tokoh di Mapolda Papua, Jayapura, Kamis (13/3/2015).
Sebagai anggota Kompolnas, Logan bahkan menyatakan sebutan kriminalisasi terhadap KPK oleh Polri dianggapnya keliru.
"Kalau yang dilakukan Polri kepada Pimpinan KPK adalah bentuk kriminalisasi. Berarti KPK juga melakukan kriminalisasi kepada Budi Gunawan (BG)," ujarnya.
Soal langkah Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung oleh KPK terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi yang memenangkan prapradilan BG, diakui Logan memang menjadi kontroversial.
"Kita berhukum di Indonesia ini masih baru. Jadi jangan dibandingkan dengan Belanda karena mereka sudah ratusan tahun berhukum,"tandasnya.
Seperti diberitakan, pengacara penyidik Bareskrim Polri mengajukan somasi ke Komnas HAM menyusul pernyataan komisoner Komnas HAM yang menyebut penanggkapan BW melanggar HAM.
Komnas juga sempat membuat konferensi pers menyampaikan rangkuman ekspose dari upaya penyelidikan atas dugaan pelanggaran HAM tersebut.(Lidya Salmah)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Ramadan dan Lebaran Ubah Pola Perjalanan, Mobilitas Makin Terkonsentrasi Jelang Hari H
-
Kejagung Ajukan Banding Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
-
Diduga Ilegal, Satgas PKH Segel Tambang Nikel Milik Bos Malut United
-
H-10 Lebaran, Menteri PU Targetkan Pantura Barat Bebas Lubang
-
ICW Desak PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Informasi Pengadaan Pikap untuk Koperasi Merah Putih
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan