Suara.com - Kondisi kesehatan tokoh sekaligus mantan Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Kuan Yew, dilaporkan masih terus memburuk. Warga Singapura, termasuk para pengguna internet (netizen), pun beramai-ramai memanjatkan doa untuk kepulihan sosok tersebut.
Terakhir, meski belum bisa diverifikasi kebenarannya, sempat beredar kabar bahwa alat penyokong hidup sosok berusia 91 tahun itu di ICU Singapore General Hospital, telah dilepas Rabu (18/3/2015) sore tadi. Sementara itu sepanjang sore hingga malam ini, sejumlah besar orang --terutama wartawan-- juga disebut terus berkumpul di RS itu menanti kabar terkini.
Kabar resmi terakhir yang disampaikan oleh pemerintah Singapura, dalam hal ini diwakili oleh PM Lee Hsien Loong, adalah pada siang tadi, yang menyebutkan kondisi sang tokoh terus memburuk.
"Mr Lee Kuan Yew masih dalam kondisi kritis di ICU dan (kondisinya) terus memburuk," tulis Hsien Loong yang juga ada putra sulung Kuan Yew, lewat akun Twitter-nya, Rabu (18/3) siang, sembari melampirkan lembar pernyataan resmi.
Sebelumnya diberitakan, tokoh pemimpin semenjak Singapura merdeka itu harus dirawat di Singapore General Hospital sejak awal Februari lalu. Namun setidaknya sejak 2013, Lee Kuan Yew memang diketahui sudah kerap sakit parah sehingga harus dirawat.
Kabar Telah Wafat
Di antara warga dan netizen yang berdoa seharian ini, banyak juga yang menganggap bahwa Lee Kuan Yew telah wafat. Kabar itu memang menyebar cukup luas, meski tidak didasarkan pada sumber pemberitaan yang jelas, apalagi pernyataan resmi dari pemerintah Singapura maupun keluarganya.
Salah satu sumber yang dianggap mengonfirmasi telah berpulangnya Lee Kuan Yew adalah foto surat dari Persatuan Ulama dan Guru-guru Agama Islam Singapura (Pergas). Di mana dalam surat tertanggal 18 Maret 2015 yang dibubuhi tanda tangan Presiden Pergas itu, antara lain tercantum ucapan belasungkawa pihak lembaga tersebut.
"...Dengan rasa sedih dan simpati kami merakamkan takziah di atas pemergian ayahanda Tuan PM, Encik Lee Kuan Yew," tulis pihak Pergas dalam bagian awal suratnya.
Salah satu bahan lain beredarnya kabar telah wafatnya Lee Kuan Yew adalah sebuah gambar yang tampaknya dari laman Kantor PM Singapura (pmo.gov.sg). Dalam laman itu disebutkan bahwa "Mr Lee Kuan Yew yang berumur 91 tahun, telah wafat di Singapore General Hospital pada pukul 5.30 pm (sore) hari ini", dengan tertanggal dicantumkan 18 Maret 2015. Gambar ini bahkan diduga telah "menipu" admin akun CNN Breaking News.
Namun begitu, sejumlah netizen yang lebih jeli coba membantah kabar ini, dengan menunjukkan URL pada gambar tersebut yang tampaknya mencantumkan kata "Mrs". Artinya, ini diduga adalah laman pemberitahuan wafatnya istri Lee Kuan Yew, yakni Kwa Geok-Choo, pada 2 Oktober 2010 lalu, yang diyakini mungkin dimodifikasi oleh orang yang hendak menyebarkan kabar tersebut.
Laman dimaksud sendiri pada saat ini tidak bisa diakses, dengan alasan yang dicantumkan adalah "tengah menjalani perawatan (perbaikan) terjadwal".
Sementara itu padahal, banyak orang berharap Lee Kuan Yew masih bisa ikut merasakan puncak perayaan ulang tahun setengah abad (50 tahun) Singapura, yang akan jatuh pada 9 Agustus 2015 mendatang. Banyak ajang bahkan sudah disiapkan untuk momen itu, termasuk SEA Games pada Juni yang juga akan didedikasikan bagi ulang tahun akbar tersebut.
Berita Terkait
-
Bak Pinang Dibelah Dua: Gaya Komunikasi PM Singapura Disandingkan Anies Baswedan
-
Profil PM Singapura Lawrence Wong, Komunikasi Publiknya Dibandingkan dengan Pemerintah RI
-
Silsilah Keluarga Lee Kuan Yew dan Perseteruan Dua Anak Soal Warisan Bapak Pendiri Singapura
-
Cek Fakta: PM Singapura Sebut Indonesia Sebagai Negara "Gila Agama"
-
Suasana Rapat Kabinet PM Singapura Lawrence Wong Disorot: Kalah Mewah sama Indonesia
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam