Suara.com - Kelompok ISIS baru-baru ini merilis sebuah video yang memperlihatkan bocah-bocah berbahasa Melayu melakukan berbagai aktivitas seperti belajar, berdoa, dan mengikuti kursus tempur. Sejumlah pakar menilai, kemunculan video tersebut berpotensi mengundang dukungan dan radikalisasi warga di Malaysia.
Lansiran The Strait Times, dalam video berjudul Pendidikan di Kekhalifahan itu terlihat sedikitnya 20 anak penutur Bahasa Melayu melakukan kegiatan di wilayah yang dikuasai ISIS. ISIS juga merilis sejumlah foto para siswa di akademi Abdullah Azzam yang belajar dengan pengantar Bahasa Melayu. Akademi itu dipersiapkan sedemikian rupa bagi anak-anak anggota ISIS dari kawasan Asia Tenggara.
"Saat ini, ISIS menarik minat kaum muda yang hanya bisa berbahasa Inggris pas-pasan. Mayoritas kaum muda di kawasan pedesaan tidak bisa memahami Bahasa Inggris atau apa yang diunggah di dunia maya," kata Ahmad El-Muhammady, dosen pengajar International Islamic University Malaysia seperti dikutip The Strait Times.
"Video-video yang beredar di Malaysia berpengaruh lebih buruk bagi kaum muda di sini. Kini mereka melihat warga kami di Suriah dan ingin pergi ke sana dan mengalaminya sendiri," lanjut Ahmad.
"Mereka diajari sejak muda tentang kekhalifahan dan penasaran seperti apa kekhalifahan yang dibentuk ISIS," ujar Ahmad yang juga anggota dewan Program Rehabilitasi tawanan kasus terorisme yang dibentuk Kepolisian Diraja Malaysia.
Sejak tahun lalu, sudah ada 20 warga Malaysia yang ditangkap atas dugaan keterlibatannya dengan ISIS. Bulan lalu, polisi menahan seorang gadis 14 tahun yang hendak pergi ke Suriah lewat Bandara Internasional Kuala Lumpur.
Negara Bagian Perak, Malaysia, jadi negara bagian Malaysia pertama yang melarang ISIS. Mufti Negara Bagian Perak, Harussani Zakaria menyebut ISIS sebagai kelompok kriminal. Ia mengataka pula bahwa apa yang dilakukan ISIS sama sekali melenceng dari ajaran Islam.
Sementara itu, pemerintah Malaysia kabarnya akan segera membuat undang-undang Pencegahan Aksi Terorisme dan Pejuang Asing. Namun, banyak pakar yang menilai, pemerintah harus melakukan lebih dari hanya sekedar membuat undang-undang.
"Pemerintah belum cukup melakukan tindakan... kita harus memiliki Kelompok Rehabilitasi Keagamaan dan program-program serupa yang sudah dilakukan Singapura," kata direktur Pusat Studi Pertahanan dan Keamanan Internasional, Ahmad Ghazali Abu Hassan. (Asia One)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Ini 5 Tips Agar Smartphone Tahan Lama
Makin Terkenal, Wina Lia Malah Diteriaki Saat di Bandara
Ini Sosok 'Malaikat Pencabut Nyawa' yang Ditakuti Anggota ISIS
Dinyatakan Meninggal, Bayi Ini Hidup Lagi Saat Dipeluk Ibunya
Di Usia 21 Tahun, Perempuan Ini Sudah Punya 11 Anak
Tag
Berita Terkait
-
Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Selebrasi Argentina Picu Kontroversi, Apa Makna Spanduk Las Malvinas?
-
Aksi Sindikat Penipuan Online Berkedok Lelang Mobil Berakhir, Empat Pelaku Dibekuk Polisi
-
Inggris Gugur, Harry Kane Sesali Taktik Parkir Bus saat Dibungkam Argentina
-
HUT ke-70, Danamon Terus Hadir Menemani Berbagai Fase Kehidupan Nasabah Lintas Generasi
-
Lebih Sehat dan Aman di Perut, Ini 4 Macam Ragi Alami untuk Membuat Roti
-
Dari Iseng Main CDID, Cdidel Kini Bangun Komunitas Lewat Live Streaming TikTok
-
Rilis Oktober, Prekuel Friday the 13th Pamerkan Teaser Perdana
-
IHSG Melonjak ke Level 6.100, WIFI Jadi Jagoan
-
Ngeri! Foto Korban Dimanipulasi AI Jadi Konten Pornografi, Pelaku Ditangkap
-
Mitsubishi Xforce Hybrid Meluncur, Jakarta - Bali Hanya Sekali Isi Bensin