Suara.com - Setelah melakukan aksi menolak pelimpahan kasus Komisaris Jenderal Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung pada Selasa (3/3/2015) lalu, perwakilan pegawai KPK bertemu dengan pimpinan KPK pada Rabu (10/3/2015).
Berdasarkan hasil pertemuan, pegawai yang tergabung dalam Wadah Pegawai KPK semula tetap menyatakan sikap menolak pelimpahan kasus Budi ke Kejaksaan Agung.
"Hal ini dengan pertimbangan bahwa penanganan kasus Budi oleh KPK merupakan simbol independensi KPK, yang sejalan dengan maksud dan tujuan dibentuknya KPK," kata Ketua Wadah Pegawai KPK Faisal, Jumat (20/3/2015).
Tapi kemudian dengan mempertimbangkan realitas yang ada bahwa hasil praperadilan kasus Budi sudah dianggap inkracht menurut hukum formil, dan secara kelembagaan sudah disepakati adanya pelimpahan perkara Budi ke Kejaksaan Agung oleh pimpinan KPK, maka Wadah Pegawai KPK meminta kepada pimpinan mereka untuk melimpahkan hanya dokumen yang terkait proses penyelidikan penanganan kasus itu.
"Hal ini mengingat bahwa proses penyidikan yang dilakukan KPK telah menjadi batal demi hukum atau dianggap tidak pernah terjadi, sesuai dengan putusan praperadilan kasus BG," katanya.
Selain itu, mereka juga minta agar pimpinan KPK melakukan gelar perkara terbuka antarinstansi penegak hukum yang akan menangani kasus Budi sehingga diperoleh kesimpulan bahwa kasus Budi sudah memenuhi kecukupan bukti permulaan.
Kemudian, Wadah Pegawai KPK juga meminta pimpinan KPK melakukan publikasi kepada publik atas kesamaan pandang atas kecukupan bukti permulaan kasus Budi berdasarkan hasil gelar perkara terbuka.
"Juga meminta pimpinan melakukan prosedur lain yang termuat dalam SOP pelimpahan perkara yang berlaku di KPK," katanya.
Faisal menambahkan dengan mempertimbangkan besarnya dampak yang diakibatkan oleh putusan praperadilan kasus Budi bagi KPK dan aparat penegak hukum lainnya dalam pelaksanaan tugas di kemudian hari, Wadah Pegawai KPK juga mendesak pimpinan KPK untuk tetap mengajukan PK terhadap putusan praperadilan kasus Budi serta upaya hukum lain yang tersedia untuk mengkritisi independensi hakim dan atau putusannya, seperti proses etik di Komisi Yudisial, eksaminasi di Badan Pengawas MA, dan judicial review di MK.
"Kami juga meminta Presiden RI melalui pimpinan KPK, dengan segala kewenangan yang dimiliki selaku kepala negara dan kepala pemerintahan, segera melakukan aksi nyata menghentikan tindakan kriminalisasi terhadap Pimpinan KPK, pegawai KPK, dan pegiat antikorupsi," katanya.
Berita Terkait
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Ini Alasan KPK Periksa Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno
-
Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar, KPK Periksa Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno
-
Bupati Rejang Lebong Fikri Thobari Terjaring OTT KPK, 9 Orang Dibawa ke Jakarta
-
Bupati Rejang Lebong Kena OTT KPK, Jadi Operasi Tangkap Tangan Kedelapan Tahun 2026
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Terkini
-
Bias AI Matikan Karier Perempuan: Diam-diam Robot Hilangkan Wanita Profesional
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Sudah Terjual 60 Persen di KAI Daop 1, Cek Sisa Kursi Sebelum Kehabisan!
-
BPJS Kesehatan: Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026
-
Nggak Mau Dianggap Ambil Uang Rakyat, Ahmad Sahroni Pilih Donasikan Gaji DPR ke Kitabisa
-
Mengenal Pertahanan Mosaik: Taktik Perang Iran yang Bikin AS dan Israel Boncos
-
Stok Minyak Indonesia Hanya 21 Hari, Pakar Ungkap Fakta di Balik Cadangan Energi Nasional
-
Pemerintah Revitalisasi 72 Sekolah Terdampak Bencana di Pidie Jaya: Habis Anggaran Rp 86,7 Miliar
-
Update Korban Perang: 1.332 Rakyat Iran Tewas Dibom Rudal AS-Israel
-
Ingatkan Pemerintah Jangan Terburu-buru Naikkan Harga BBM, DPR: Harus Jadi Opsi Paling Akhir
-
KPK Telusuri Aliran Gratifikasi Rita Widyasari, Periksa Japto Soerjosoemarno