Suara.com - Setelah menangkap lima tersangka dugaan kasus penyebaran paham dan ajaran ISIS ada kemungkinan Densus 88 Antiteror dan Polda Metro Jaya akan melakukan penangkapan lagi.
"Kan lima tersangka itu ditangkap Sabtu (21/3/2015), saya rasa dari situ akan ada pengembangan lagi," kata juru bicara Kepolisian Resor Kabupaten Bekasi Ajun Komisaris Makmur kepada suara.com, Minggu (22/3/2015).
Tidak tertutup kemungkinan pula, kata Makmur, tersangka baru berasal dari Kabupaten Bekasi.
"Kalau dari Kabupaten Bekasi, ya mungkin juga. Kan kita juga tidak tahu aksi Densus 88," kata Makmur.
Makmur mengatakan kerja Densus 88 sangat tertutup, bahkan kepolisian wilayah sering tidak tahu pergerakan mereka.
"Kita enggak tahu alurnya. Rinciannya kita tidak tahu," katanya.
Seperti Sabtu kemarin, kata Makmur, kepolisian Kabupaten Bekasi tidak tahu Densus 88 menggerebek dua rumah di Tambun, Kabupaten Bekasi, yakni di Perumahan Puri Cendana, Komplek Taman Semeru, Blok B17, dan Perumahan Graha Mlasti, Desa Sumber Jaya.
"Dua rumah itu masih miliknya tersangka EK yang dibawa polisi itu," katanya.
EK merupakan satu dari lima tersangka yang telah ditangkap Densus 88. Keempat tersangka lainnya masing-masing berinisial MF, AP, AM, dan FU. Mereka ditangkap dari empat tempat, yakni Jakarta, Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Tangerang Selatan.
Dari empat lokasi itu, polisi menemukan sembilan ponsel yang dipergunakan sebagai alat komunikasi tersangka, uang tunai Rp8 juta, uang tunai 5.300 dolar AS, dokumen-dokumen surat berupa kelengkapan paspor dan tiket, laptop serta hardisk eksternal.
Minggu siang, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono meninjau lokasi rumah di Perumahan Puri Cendana.
Unggung mengatakan para tersangka dikenakan UU Nomor 15/2003 tentang pemberantasan terorisme, UU No 9/2013 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pendanaan terorisme, dan UU Bo 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta makar.
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Soroti Kasus Kiai Cabul di Pati, KSP Dudung: Lindungi Korban, Tindak Tegas Pelakunya!
-
Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha