Suara.com - Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Inegara (BIN), As'ad Said Ali, menyatakan siap menjabat Kepala BIN jika ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Wakil Ketua Umum PBNU ini optimistis bisa memanggu jabatan tersebut, karena telah berpengalaman bekerja di bidang intelijen.
"Saya NU (Nahdlatul Ulama). Itu kan jadi amanah dan tidak boleh ditolak. Jadi ya, wajib," kata As'ad Said Ali, di Jakarta, Senin (23/3/2015).
Diberitakan sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan bahwa Kepala BIN harus memenuhi enam kriteria pejabat publik yang bersih dari indikasi pelanggaran HAM, untuk membangun BIN yang profesional dan kredibel.
"Khusus Kepala BIN, Komnas HAM meminta kandidat harus benar-benar bersih dari indikasi pelanggaran HAM, dan sesuai dengan enam kriteria pejabat publik yang kami paparkan sejak Agustus lalu," ungkap Komisioner Komnas HAM, Sandra Moniaga, di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Senin (24/2) lalu.
Sandra menuturkan, kriteria yang pertama adalah menghargai pluralisme dan kebhinnekaan bangsa, agar pejabat itu dapat mengambil kebijakan yang tidak condong pada kelompok tertentu dan dapat membangun kedamaian hidup bersama.
Kriteria kedua, membawa Indonesia berpengaruh ke dunia internasional dengan memanfaatkan kekuatan dan posisi tawar yang dimiliki. Selanjutnya kriteria ketiga, memiliki kompetensi dan keahlian pada bidang masing-masing untuk memajukan lembaga yang dipimpinnya.
Kriteria keempat, ujar Sandra, berwawasan kebangsaan dan kemanusiaan, serta terbebas dari pengaruh dan dominasi partai politik agar independensinya terjaga selama menjalankan tugas.
Kelima, tidak pernah terindikasi melakukan pelanggaran HAM karena hal tersebut menunjukkan kepeduliannya dalam penegakan HAM selama menjadi pemimpin. Sementara kriteria terakhir, berkemampuan dan berkomitmen menjalankan HAM.
Menurut Sandra, jika Kepala BIN memiliki enam kriteria tersebut, dirinya percaya sosok tersebut dapat menunjukkan kinerja yang didasari konstitusi dan UUD 1945. Makanya lebih jauh, dia juga meminta Presiden dan Wapres menunjukkan komitmennya memprioritaskan penghormatan HAM, dengan memilih Kepala BIN yang bersih sesuai enam kriteria tersebut.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdjianto mengatakan bahwa Presiden Jokowi masih mempertimbangkan sejumlah nama untuk mengisi posisi Kepala BIN, dan belum mengetahui kapan akan diumumkan. Empat nama disebut-sebut bakal menempati jabatan itu, yakni mantan Wamenhan Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Wakil Kepala BIN As'ad Said Ali, mantan Wakil Panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi, serta mantan Kepala Bais TNI Marsdya TNI (Purn) Ian Santoso Perdanakusuma.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend