Suara.com - Di pinggiran Kali Sipon, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang ada spanduk cukup mencolok. Spanduk itu terpampang di akses pintu masuk menuju Perumahan Puri Dewata Indah.
Spanduk berlatarbelakang warna biru itu bertuliskan imbauan agar warga sekitar dan warga yang melintas tidak membuang sampah sembarangan.
"Saya sebagai Ketua RT 04/02 mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah di area irigasi kami. Jangan kotori wilayah kami dengan sampah Anda," begitu isi spanduk itu.
Uniknya wajah sang ketua RT ikut dipajang di spanduk. Wajah Rozy cukup besar tergambar dengan mengenakan jaket kulit dan rambut cepak. Warga sekitar mengatakan spanduk itu sudah terpajang selama sepekan terakhir ini.
Sebagian kawasan Kecamatan Cipondoh memang menjadi langganan banjir jika hujan mengguyur cukup deras. Kawasan yang banjir kebanyakan di sekitar kanan kiri aliran Kali Sipon yang merupakan anak sungai dari Kali Sekretaris yang melintas di sepanjang Jalan Daan Mogot.
Sudirman, salah satu warga sekitar yang berprovesi sebagai tukang ojek bercerita banjir luapan Kali Sipon pernah merenggut korban jiwa. Saat itu di musim hujan tahun 2013. Saat itu seorang warga bernama Nurhayat tewas terseret arus kali yang deras. Sebelumnya ada juga siswa SMP yang juga tewas tenggelam.
Pihak Kecamatan Cipondoh pun gencar menormalisasi Kali Sipon. Kanan kiri kali dibuatkan jalan beton lebih tinggi. Jalan yang dibangun sepanjang 1.850 meter dengan lebar 6 meter. Sebelumnya pembangunan jalan sipon telah dilakukan di tahun 2013 sepanjang 950 meter di sisi kiri dan 380 meter di sisi kanan.
"Selama ini banjir, kali banyak sampah, bau, kumuh. Air nggak bisa ngalir ke Kali Sekertaris. Jadi meluap ke sekitar pemukiman," cerita Sudirman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Momen Haru Nadiem Makarim Peluk Pasukan Ojol Usai Dituntut 18 Tahun Bui: Tuhan Tidak Diam
-
Tol Japek Padat! Simak Jadwal Contraflow KM 55-65 Arah Cikampek Hari Ini
-
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Jaksa Bongkar Skema Fraud Kerah Putih
-
Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta
-
Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!
-
Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis
-
Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!
-
Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!
-
Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan
-
Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final