Suara.com - Seorang anak di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meninggal dunia diduga akibat penyakit rabies setelah sebelumnya digigit anjing.
"Ada kasus gigitan anjing. Sudah 13 hari yang lalu, tapi harus kami pastikan gejala klinisnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur (Kotim), dr Faisal Novendra Cahyanto di Sampit, Sabtu (28/3/2015).
Anak yang meninggal dunia diduga karena gigitan anjing rabies itu diketahui bernama Aldi, berusia tujuh tahun, warga Desa Tumbang Tilap Kecamatan Mentaya Hulu. Desa ini bisa ditempuh sekitar lima jam perjalanan dari Sampit, ibu kota Kabupaten Kotim.
Bocah tersebut digigit anjing pada 3 Maret lalu sehingga menderita luka di pelipis kiri. Gejala klinis mulai terlihat pada 11 Maret yaitu korban menderita panas tinggi dan kejang-kejang, serta fotofobia atau tidak suka ruangan terang.
Kondisi ini membuat pihak keluarga cemas, namun baru membawanya ke pusat pelayanan kesehatan di Kuala Kuayan pada 13 Maret. Sayangnya, kondisi kesehatan korban terus memburuk sehingga mengembuskan nafas terakhir pada 14 Maret, atau sehari setelah dibawa ke pusat pelayanan kesehatan.
"Tim surveilans Dinas Kesehatan turun ke lapangan kemarin. Sebelumnya dari Distanak juga sudah turun," kata Faisal seraya menyatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Ancaman rabies di Kotim menjadi perhatian pemerintah daerah. Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kotim bahkan melakukan vaksin antirabies secara massal, khususnya terhadap anjing yang ada di Kota Sampit.
"Sudah 50 persen anjing di Kota Sampit sudah diberikan suntikan vaksin antirabies dan kami targetkan hingga akhir Maret nanti akan mencapai 70 persen," kata Kepala DP3KP Kotim, I Made Dikantara.
Vaksin terhadap binatang peliharaan terutama anjing dilakukan untuk menghambat penyebaran penyakit rabies. Kesadaran masyarakat Kabupaten Kotim akan bahaya penyakit rabies masih sangat rendah, hal itu dapat dilihat dari masih banyaknya anjing yang dilepas liarkan.
DP3KP Kabupaten Kotim mengancam akan memusnahkan anjing yang dilepas liarkan, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran penyakit rabies. Terdeteksinya penyakit rabies di wilayah Kabupaten Kotim berawal dari ditemukannya empat anjing yang positif mengidap penyakit rabies.
Dari empat anjing yang dinyatakan positif mengidap penyakit rabies tersebut, dua diantaranya telah menyerang atau menggigit tiga orang. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
BRI Cepu Gencarkan Program GENCARKAN, Bidik 200 Siswa Baru Buka Rekening Simpanan Pelajar
-
Donald Trump dan Presiden FIFA Dicemooh Suporter Saat Penyerahan Trofi Piala Dunia 2026
-
Pemerintah China Tegur Keras Produsen Otomotif Agar Tidak Tumbalkan Keselamatan Demi Perang Harga
-
Jude Bellingham Ukir Rekor Baru, Kukuhkan Posisi sebagai Bintang Top?
-
Mengintip Kehidupan Dua Negara dari Wisata Patok Perbatasan Sebatik
-
Spanyol Bawa 'Hadiah' Terbesar Sepanjang Sejarah Piala Dunia
-
Lamine Yamal Pecahkan Rekor Pele dan Mbappe, Jadi Pemain Termuda Juara Euro dan Piala Dunia
-
5 Zodiak yang Karier dan Keuangannya Melesat Pekan Ini 20-26 Juli 2026
-
Setelah 16 Tahun, Spanyol Kembali Jadi Raja Sepak Bola Dunia
-
Pecah Rekor Rp14 Triliun! FIFA Kucurkan Hadiah Fantastis untuk Piala Dunia 2026