Suara.com - Riky Widianto/Richi Puspita Dili menjadi satu dari empat pasangan ganda campuran yang turun di Maybank Malaysia Open 2015 yang mulai berlangsung Selasa (31/3).
Bermain di turnamen level super series premier ini, Riky/Richi datang sebagai unggulan delapan. Berbicara target, keduanya mengaku ingin fokus menghadapi satu per satu pertandingan yang akan mereka hadapi terlebih dulu.
“Target pribadi sebenarnya kami ingin bermain hingga babak final. Tapi kami tak mau muluk-muluk dulu. Saat ini target kami main sebaik-baiknya dan fokus pada setiap lawan yang akan kami hadapi,” kata Riky Widianto.
Riky/Richi di babak pertama akan berhadapan dengan pasangan Denmark, Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl. Meski lebih unggul di atas kertas, rekor pertemuan keduanya justru tak berpihak kepada Riky/Richi.
Kedua pasangan ini pernah bertemu dua kali, dengan kemenangan yang selalu diamankan Mads/Kamilla. Pertemuan terakhir mereka terjadi di Yonex Sunrise India Open 2014. Saat itu Mads/Kamilla menang dua game langsung, 21-16, 21-12.
“Kami sudah dua kali ketemu dan kalah. Inginnya sih nanti bisa membalas kekalahan,” kata Richi.
“Menghadapi pertandingan nanti kami sudah mengantisipasi lawan. Video pertandingan juga sudah dianalisis. Kekuatan mereka itu bolanya tajam-tajam, yang cewek juga bola-bolanya lebih cepat,” tambah Riky.
Selain Riky/Richi, tiga pasangan ganda campuran yang akan turun adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Edi Subaktiar/Gloria Emmanuelle Widjaja.
Sektor ganda campuran menjadi salah satu nomor yang diharapkan mampu merebut gelar di Malaysia kali ini. Pasangan Tontowi/Liliyana yang menjadi unggulan empat diharapkan mampu memenuhi target tersebut. (PBSI)
Berita Terkait
-
BNI-PBSI Perkuat Langkah Atlet Indonesia di BAC 2026
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029