Suara.com - Polres Sleman, Yogyakarta, menggerebek pabrik nata de coco karena diduga mencampurkan pupuk ZA dalam produksinya, Selasa (31/3/2015)
"Setelah mendapat laporan, kami melakukan penyelidikan dan ternyata benar, ada pembuatan nata de coco dicampur pupuk, pelakunya bernama DAP, saat ini kami masih melakukan pendalaman materi," kata Kapolres Sleman Ajun Komisaris Besar Farid Zulkarnain.
Lokasi pembuatan nata de coco tersebut menggunakan bekas bangunan SD Semarangan III Godean, Sleman. Nata de coco ialah hidangan penutup yang wujudnya seperti jeli warna putih hingga bening dan teksturnya kenyal.
Farid menambahkan berdasarkan pengakuan DAP, nata de coco yang diproduksi telah dikirim ke beberapa perusahaan di Bogor dan Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
"Diberikan merk dan diberi perasa, kemudian didistribusikan ke supermarket dan swalayan termasuk Indomart dan Alfamart besar di Indonesia," kata AKBP Farid.
Farid menambahkan setiap hari pabrik tersebut mampu memproduksi hingga 700 kilogram nata de coco dan setiap satu atau dua minggu sekali nata de coco oplosan tersebut di kirim ke Bogor dan Bekasi.
Polres Sleman berkoordinasi dengan BPOM serta ahli kesehatan Universitas Gajah Mada untuk meminta masukan apakah diperbolehkan produk makanan dioplos dengan pupuk ZA yang notabene untuk tanaman.
Dalam penggerebekan tersebut, Polres Sleman juga menyita beberapa barang bukti berupa nata de coco siap kirim serta nata de coco yang masih diolah.
Sampai saat ini, DAP belum ditetapkan menjadi tersangka. Tapi, dia diminta untuk menutup pabrik nata de coco-nya. (Wita Ayodhyaputri)
Tag
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
BMKG Rilis Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta Hari Ini
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?