Suara.com - Anggota Komisi III DPR Almuzzammil Yusuf mengecam sikap Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) yang mengajukan pemblokiran terhadap sejumlah situs yang dianggap terindikasi terkait Negara Indonesia Irak dan Suriah (ISIS).
Dia menganggap, pemblokiran tanpa pemberitahuan seperti ini, berkesan sebagai tindakan represif dan otoriter. Almuzzamil mengibaratkannya sebagai tindakan yang mirip dengan Orde Baru di bawah kekuasaan Soeharto.
"Pemblokiran sembarangan terhadap website islam sangat disayangkan. Jika itu dilakukan kita kembali ke rezim Orde Baru yang represif dan otoriter," kata Almuzammil dalam pernyataannya, Jakarta, Selasa (31/3/2015).
Dia menambahkan, bersama Komisi lain akan memanggil pihak terkait untuk meminta klarifikasi.
"Teman-teman di Komisi I, III dan VIII rencananya akan memanggil Menkominfo, Menag dan BNPT untuk menanyakan kebijakan ini," tambahnya.
Dia menambahkan, pemerintah harusnya memberikan peringatan dan mengundang pengelola website serta melakukan dialog sebelum pemblokiran.
"Sampaikan surat teguran dan undangan dialog secara baik-baik dengan para pengelola website. Tuidak serta merta merekmendasikan pemblokiran tanpa tolok ukur yang jelas," paparnya.
"Jika mereka menolak dan tidak kooperatif, wajar jika pemerintah ekspose sikap tersebut untuk menjadi catatan publik," terang Almuzzammil.
Selain itu, Almuzzamil menambahkan, BNPT seharusnya berkordinasi dengan Kemenkominfo dan Kemenag untuk menentukan apakah website tersebut memang bertentangan dengan ajaran Islam.
"Termasuk mengundang para ahli, tokoh agama, ormas Islam dan MUI untuk mengetahui apakah konten website itu menyimpang atau tidak," tutur Politisi PKS ini.
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek