Suara.com - Pertarungan tinju antara Floyd Mayweather Jr melawan Manny Pacquiao memang disebut sebagai duel paling akbar dalam sejarah tinju. Tak heran jika duel ini banyak dinanti, bahkan buat yang tak mengikuti tinju.
Promotor sendiri melihat ini sebagai kesempatan untuk memasang harga tinggi. Untuk tempat duduk terbaik di sitar ring, harga tiket resmi mencapai 10 ribu dollar AS atau sekitar Rp130 juta.
Namun, di tangan perantara, harga tersebut menjadi berlipat-lipat. Sebuah perusahaan jasa penjual tiket di New York dikabarkan menjual tiket tempat duduk di baris keenam seharga 87 ribu dollar AS atau sekitar Rp1,1 miliar.
Oren Schneider, pemilik Precision Concierge New York (PCNY), perusahaan jasa pelayanan, mengungkap memiliki 39 tiket dari berbagai kelas. Untuk kelas pinggir ring, Schneider menyatakan hanya memiliki dua tiket yang dihargai Rp1,1 miliar.
Pengakuan PCNY sendiri terbilang aneh karena saat ini pihak promotor belum menjual tiket. Namun, pihak PCNY mengaku mereka sudah memegang tiket karena memiliki hubungan dengan orang penting.
Pihak yang terkait dengan pertandingan sendiri mengatakan hal tersebut mungkin saja terjadi meski tak mengakui kalau tiket tersebut berasal dari mereka.
PCNY sendiri merupakan perusahaan yang biasa melayani kebutuhan klien papan atas dan dikenal berpengaruh. (TMZ)
Berita Terkait
-
Tiket Early Bird Synchronize Fest 2026 Dijual Hari Ini, Rp450 Ribu Termasuk Donasi Lingkungan
-
Line Up Hammersonic 2026 Usai MCR Batal, Tetap Worth It Ditonton
-
Siap-Siap War! Harga Tiket Konser My Chemical Romance Mulai Rp1,2 Juta
-
Harga Tiket Piala Dunia 2026: Termurah Rp4 Juta, Laga Final Dibandrol Rp64 Juta
-
Harga Tiket Masuk Goa Lalay Bogor, Wisata Grand Canyon Baru di Jawa Barat
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam