Suara.com - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima audiensi Anggota DPD RI Papua Barat Daya Agustinus R. Kambuaya dan Bupati Kabupaten Maybrat Karel Murafer untuk membahas pembangunan Sekolah Rakyat di Maybrat Provinsi Papua Barat Daya. Pertemuan ini berlangsung di Kantor Kementerian Sosial pada Rabu (11/3/2026).
Agus Jabo mengatakan Sekolah Rakyat yang menjadi program prioritas Presiden ini diharapkan ada di setiap Kabupaten/Kota.
"Kesempatan buat anak-anak kita yang ada di Maybrat sana supaya mereka diurus oleh negara, dari SD sampai SMA secara gratis," urainya. Sehingga Agus Jabo menyarankan untuk segera mengajukan proposal dan memenuhi syarat lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Ia juga menambahkan siswa-siswi Sekolah Rakyat selain pintar dalam akademik juga harus memiliki karakter seperti yang diamanatkan oleh Presiden. "Anak-anak harus punya karakter sosial, keagamaan, kebangsaan, termasuk juga harus punya keterampilan. Jadi kalau sudah lulus mereka mau kerja, sudah dibekali ilmu-ilmu vokasi sesuai potensi di sana," ujarnya.
Selain pembangunan Sekolah Rakyat, Agus Jabo juga berharap masyarakat di Maybrat dapat terus berkembang dan semakin mandiri secara ekonomi sehingga ke depannya tidak bergantung pada bantuan pemerintah.
Bupati Maybrat Karel Murafer menyatakan kesiapannya untuk pembangunan Sekolah Rakyat di daerahnya. Ia berharap ditahun ini pembangunan Sekolah Rakyat dapat berproses.
"Kami mau wilayah kami maju seperti daerah lain," kata Karel. ***
Berita Terkait
-
Jejak Pendidikan Mentereng Quraish Shihab, Ceramahi Prabowo Soal Pemimpin Jujur dan Durhaka
-
Dari Tenda ke Kelas Darurat, 6 RKD Kini Hadir untuk Pulihkan Pembelajaran di Pidie Jaya Aceh
-
Perut Kenyang tapi Tas Kosong: Ketika Nasi Gratis Tak Bisa Gantikan Buku Tulis
-
Belajar dengan Kesadaran: Membaca Buku Pendidikan Tanpa Ranking
-
Satgas PRR Percepat Perbaikan Ribuan Sekolah Terdampak Bencana, Begini Tahapannya
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Kronologi Donald Trump dan Istri Dievakuasi, Tembakan Meletus di Gedung Putih
-
Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah
-
APPMBGI Ingatkan Potensi Tekanan Pasokan Pangan Imbas Program MBG
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat