Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fadlizon meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar mencopot anak buahnya, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, terkait konflik dua partai, yakni PPP dan Golkar yang terbelah.
"Karena itu saya himbau Presiden Jokowi untuk mengevaluasi Menkumham ini dan copot saja Menteri Laoly ini," kata Fadlizon di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (2/4/2015).
Menurut dia, Yasonna sudah dua kali mengeluarkan keputusan yang dianggap keliru, yaitu dalam menyelesaikan kisruh PPP dan Golkar.
Menurut Fadli, keputusan yang diambil Yasonna malam semakin menambah ruwet kisruh internal.
"Karena Menkum HAM ini hanya menghasilkan kegaduhan politik. Dia sudah dua kali mengeluarkan keputusan, dan kedua-duanya salah," ujarnya.
Dia berpendapat, keputusan Yasonna itu tidak hanya memalukan Pemerintah, tetapi menimbulkan masalah baru dalam demokrasi di republik ini.
Fadli Zon menilai, keputusan yang diambil Yasonna itu menunjukkan bahwa Menkumham tidak punya kapasitas dan kapabilitas.
"Menkumham ini membuat keputusan saja salah, apalagi membuat yang lain-lain," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Pelindo Siap Layani Arus Mudik Lebaran di 63 Terminal Penumpang
-
DTSEN Rayakan Satu Tahun, Pemutakhiran Data Terus Diperkuat
-
Pelaku Percobaan Pemerkosaan Lansia di Gunungkidul Ternyata Pelajar, Kini Dititipkan ke LPKA
-
Bukan Kasus Biasa: Tersangka Pembakar Mushola di Maluku Tenggara Terancam 9 Tahun Penjara
-
Satpol PP Sita Ribuan Botol Miras dari Sejumlah Warung dan Gudang di Jakarta Barat
-
Pasca OTT Bea Cukai, KPK Gandeng Inspektorat Kemenkeu Bahas Pencegahan Korupsi
-
Eks Pimpinan KPK Bingung Soal Dakwaan di Perkara Pertamina: Ini Apa Sih Esensinya?
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Kasus Impor Barang KW ke Dirjen Bea Cukai
-
Dinamika Kepemimpinan Kampus di Sulsel Uji Netralitas dan Independensi Akademik
-
Eks Jubir Tessa Mahardhika Sugiarto Resmi Dilantik Jadi Direktur Penyelidikan KPK