Suara.com - Biro Penyidik Federal Amerika Serikat (FBI) di Washington, hari Rabu (1/4/2015) waktu setempat, memastikan bahwa Zulkifli bin Hir alias Marwan, orang yang diduga kuat terlibat serangan Bom Bali tahun 2002, terbunuh dalam sebuah serangan di Filipina, bulan Januari lalu.
FBI mengatakan, Marwan adalah "salah satu teroris yang paling dicari". Marwan, menurut FBI, adalah lelaki asal Malaysia yang disinyalir anggota Jemaah Islamiah, kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaeda. Dirinya diduga menjadi dalam sejumlah serangan bom di Filipina.
Asisten Direktur FBI Kantor Los Angeles, David Bowdich, mengatakan bahwa pihaknya sudah mencoret Marwan dari daftar hitam teroris mereka dan berterimakasih kepada Kepolisian Filipina.
"Sekali lagi, FBI menyatakan belasungkawa mendalam bagi para perwira Pasukan Aksi Khusus Filipina yang gugur saat mencoba menangkap buronan berbahaya ini," kata Bowdich.
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS menawarkan imbalan sebesar 5 juta Dolar bagi siapapun yang bisa menangkap Marwan. Tiga tahun yang lalu, militer Filipina melaporkan bahwa Marwan terbunuh di dalam serangan udara. Namun, tahun lalu, dirinya diberitakan masih hidup dan berada di Pulau Mindanao, di bawah perlindungan kelompok Front Pembebasan Islam Moro. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi