Suara.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengakui, bahwa program payment gateway sebagai layanan pengurusan paspor memang bermasalah.
Hal itu disampaikan saat anggota fraksi Golkar Misbhakun mempertanyakan sistem tersebut dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa malam (7/4/2015).
Yasonna menuturkan, sistem payment gateway telah dihentikan berdasarkan SK Kementerian Keuangan karena ada pungutan bukan pajak yang bertentangan dengan ketentuan hukum.
"Payment gateway ini menjadi bias karena sebelum ada sistem itu sudah ada pengisian paspor via online. Antrean pun lancar dan pembayarannya bebas pungli," kata Yasonna dihadapan anggota Komisi III DPR.
Sistem pengurusan paspor secara online itu kini tengah diusut oleh Bareskrim Polri.
Dalam kasus ini, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi karena disebut menyelahgunakan wewenang dan meenyebabkan kerugian negara.
Menurutnya, sistem pelayanan paspor di Imigrasi sebelum payment gateway ini sudah efektif dan berjalan baik. Tidak ada masalah dalam pelayanan sebelumnya.
"Bahkan pelayanan di kantor Imigrasi Jakarta Selatan mendapat juara ke dua dari UKPS Ombudsman (tahun 2012). Itu jelas membuktikan pelayanan sebelum payment gateaway ini sudah baik," terangnya.
Yasonna membeberkan, dalam sistem pelayanan payment gateway ada dana sebesar Rp30 miliar masuk ke negara. Namun sebagian dana itu masuk dang ditampung ke rekening vendor sebanyak Rp600 juta.
"Karena itu distop oleh Kemenkeu," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Tak Terluka, Korban KRL Bekasi Meninggal Diduga Syok di Ambulans: Ini Kesaksian Sang Anak
-
Kronologis Polisi Arab Saudi Tangkap 3 WNI di Makkah karena Penipuan Paket Haji Fiktif
-
Guncang Pasar Energi Dunia, Mengapa UEA Nekat Tinggalkan OPEC Setelah 60 Tahun?
-
DPR Siapkan 'Omnibus Ketenagakerjaan' Baru: Nasib Outsourcing hingga Pesangon Bakal Dirombak Total?
-
Pasca Kecelakaan Bekasi, DPR Usul Kabin Masinis Dilengkapi Monitor CCTV Pantau Jalur 2 Km ke Depan
-
7 Lukisan Laku Terjual, Mbah Kibar Lunas dari Jerat Utang Rp 500 Juta
-
Menerobos 'Lorong Hitam' Lantai 26: Kisah Joy Lolos dari Kebakaran Apartemen Mediterania
-
Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?
-
Sidang Korupsi Sertifikasi K3 Kemnaker Ditunda, Terdakwa Minta Waktu Pelajari BAP
-
Kesaksian Mencekam Penghuni Apartemen Mediterania: Terjebak Asap Hitam, Alarm Tak Bunyi